BEKASI.POJOKSATU.id – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bekasi, Marlynda Ade Kuswara, menghadiri Forum Penguatan Demokrasi Kabupaten Bekasi Tahap IV bertema “Politik Santun, Demokrasi Berkeadaban: Jalan Tengah Masyarakat Majemuk Kabupaten Bekasi”.
Acara yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bekasi tersebut berlangsung di Aula KH. Noer Ali, Gedung Bupati Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis, 13 November 2025.
Dalam kesempatan itu, Marlynda menyampaikan apresiasinya kepada Bakesbangpol serta para narasumber yang telah memberikan edukasi tentang praktik demokrasi yang sehat dan inklusif bagi masyarakat Bekasi.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena membuka ruang dialog dan pembelajaran, terutama bagi para ibu yang selama ini menjadi motor penggerak sosial di lingkungannya,” ujarnya.
Baca Juga: Kinerja Ekonomi Unggul, Kabupaten Bekasi Jadi Kontributor Utama PDRB Jawa Barat
Ia menegaskan bahwa peran perempuan sangat strategis dalam kehidupan berdemokrasi. Melalui forum ini, diharapkan para ibu dapat terus berkontribusi dalam memperkuat komunikasi sosial yang santun, menumbuhkan solidaritas, serta menjadi teladan dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat majemuk.
“Ibu-ibu yang hadir hari ini menunjukkan semangat memahami nilai demokrasi dan bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan Kabupaten Bekasi yang bangkit, maju, dan sejahtera,” tambahnya.
Marlynda juga berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi berbagai organisasi perempuan agar tetap menjadi garda terdepan dalam memperkuat ketahanan sosial serta mendorong kesadaran politik yang beradab.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bekasi, Encep S. Jaya, menjelaskan bahwa pelaksanaan forum ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden dalam Asta Cita untuk meningkatkan kualitas demokrasi di seluruh daerah, termasuk Kabupaten Bekasi.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Siap Perkuat Sinergi dengan Pemprov Jabar untuk Program Pembangunan 2025
Menurut Encep, demokrasi tidak hanya terkait politik, tetapi juga menyangkut upaya menjaga persatuan, kesatuan, dan kerukunan antarumat beragama. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menjaga nilai-nilai demokrasi yang sehat dan inklusif.
Ia menambahkan bahwa kehadiran organisasi wanita menjadi langkah penting karena para ibu memiliki peran besar dalam menanamkan nilai-nilai positif dan edukasi demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap forum ini menjadi ruang yang aktif dan inspiratif bagi para tokoh masyarakat, sehingga dapat memperkuat semangat demokrasi berkeadaban di Kabupaten Bekasi,” tutupnya.***




