BEKASI.POJOKSATU.ID - Warga di Desa Pantaibakti dan Desa Pantaibahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, diliputi kecemasan setelah tanggul Sungai Citarum mengalami kerusakan di empat titik.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi jebol susulan yang dapat menyebabkan banjir lebih besar.
Kerusakan tanggul diketahui terjadi sejak Sabtu, 31 Januari 2026, saat debit air Sungai Citarum meningkat. Sejak saat itu, warga memilih bersiaga, khususnya pada malam hari, guna mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Baca Juga: Belasan Tanggul Sungai Citarum Rusak, Pemkab Bekasi Minta Dukungan Pemprov dan BBWS
Warga Kampung Kedung Sinde, Desa Pantaibakti, Idris (55 tahun), mengatakan meningkatnya limpasan air membuat masyarakat segera mengambil langkah antisipasi. Sebagian warga berjaga di sekitar tanggul, sementara lainnya mengamankan barang berharga di rumah.
“Warga sudah siap-siap. Yang di tambak jaga tanggul, yang di rumah beresin barang-barang, pakaian dipindahin ke tempat yang lebih tinggi. Kita khawatir kalau jebolnya malam, banyak anak-anak lagi tidur,” ujar Idris, Jumat, 6 Februari 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut sempat menimbulkan kepanikan, terutama pada Sabtu malam. Cuaca yang belum menentu dan potensi banjir rob di wilayah pesisir Muaragembong turut memperparah kekhawatiran warga.
Baca Juga: Properti di Bekasi Berubah Wajah, Hunian Kini Jadi Mesin Pendapatan Jangka Panjang
“Kita sempat panik Sabtu malam itu. Takutnya air naik lagi dan tanggul benar-benar jebol. Makanya warga siaga, enggak bisa tidur nyenyak,” ungkap dia.
Saat ini debit air Sungai Citarum mulai surut. Meski demikian, warga tetap berjaga karena ancaman hujan dan pasang air laut masih dapat terjadi sewaktu-waktu.***




