BEKASI.POJOKSATU.ID - Persaingan ketat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026 membuat sejumlah sekolah swasta di Kota Bekasi kesulitan menarik minat calon siswa.
Salah satunya adalah SMP swasta Persada Bhakti di Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, yang hanya menerima tiga orang siswa baru.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnaen, menyebut hal ini sebagai konsekuensi dari kompetisi yang semakin ketat antar sekolah swasta. Ia menilai, sekolah swasta harus memiliki keunggulan yang jelas agar bisa dilirik oleh para orang tua.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Dalami Dugaan Pungli Disdik Bekasi Saat Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru
“Itu konsekuensi dari persaingan yang ketat. Saya sendiri mantan kepala sekolah swasta. Sekolah swasta harus memiliki keunggulan. Jika tidak, tidak akan dilirik masyarakat,” ujar Alexander, Senin, 21 Juli 2025.
Menurutnya, keunggulan sekolah swasta seharusnya terlihat dari fasilitas yang memadai serta program pengembangan pendidikan yang berkualitas. Sekolah yang hanya fokus pada penyelenggaraan pendidikan tanpa perhatian terhadap mutu, kata dia, akan sulit bersaing di tengah banyaknya pilihan yang ada saat ini.
“Apalagi sekolah yang hanya menyelenggarakan pendidikan tanpa memperhatikan kualitas,” tambahnya.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Kembalikan Jam Masuk Sekolah ke pukul 07.00 Usai Evaluasi
Alexander menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta.
“Semua sekolah harus meningkatkan kualitas, termasuk sekolah swasta,” demikian kata dia. (adv)***




