BEKASI.POJOKSATU.id – Sejumlah siswa SMAN 14 Kota Bekasi yang beragama non-Islam mengaku mengalami diskriminasi dalam penyediaan fasilitas kegiatan keagamaan di sekolah.

Berdasarkan data yang diterima, terdapat 112 siswa non-Muslim di sekolah tersebut. Awalnya, mereka dapat menggunakan aula untuk beribadah, namun kini harus berpindah ke selasar sekolah setelah masjid yang ada di lingkungan sekolah dibongkar pihak sekolah.

“Untuk saat ini kami menggunakan selasar sekolah untuk kegiatan keagamaan. Kondisi itu sangat kurang efektif,” ujar Khairos Emanuel, Kamis, 11 September 2025.

Baca Juga: Siswa SMAN 14 Bekasi Pertanyakan Transparansi Dana BOS dan Infak Pembangunan Masjid

Hal serupa diungkapkan Vicky Anugrah. Ia menilai pelaksanaan ibadah di selasar lantai tiga tidak kondusif.

“Saat ibadah, kami tidak menggunakan pengeras suara, sehingga banyak siswa yang kurang mendengar. Namun, ketika umat Islam melakukan tadarus dengan speaker, suara itu sangat mengganggu kegiatan kami,” jelasnya.

Para siswa berharap pihak sekolah dapat memberikan solusi yang adil agar semua umat beragama bisa menjalankan ibadah dengan nyaman.***