BEKASI.POJOKSATU.id - Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti, mendorong seluruh OPD pengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk memaksimalkan potensi pendapatan di tiga bulan terakhir tahun 2025.
Menurut Evi, masih banyak potensi pajak dan retribusi yang belum tergarap optimal, khususnya di sektor restoran, hotel, dan pasar.
“Masih banyak potensi, tapi kenapa pajak restoran dan hotelnya masih minim? Ini yang harus diidentifikasi dan dibenahi,” kata dia beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Evi Mafriningsianti: Digitalisasi Pajak Tak Akan Efektif Tanpa SDM yang Profesional
Salah satu solusi yang telah disiapkan adalah digitalisasi pajak melalui pemasangan tapping box dan pengawasan real time. Ia berharap langkah ini dapat menekan kebocoran pajak yang selama ini kerap terjadi.
“Monitoringnya nanti bisa real time, jadi bisa dicek setiap saat. Ini penting supaya pajak yang masuk ke kas daerah bisa lebih akurat,” katanya.
Evi juga menekankan agar pemerintah lebih tegas terhadap praktik retribusi liar, terutama di area pasar tradisional dan parkir.
“Parkir liar itu masih banyak, dan retribusinya tidak tercatat. Kalau sistemnya digital, semua bisa dikontrol dan dimonitor,” ujarnya.***




