BEKASI.POJOKSATU.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi tengah menelusuri sumber polusi udara yang telah mengganggu warga di wilayah Kaliabang Bahagia, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, selama tiga minggu terakhir.
Untuk mengidentifikasi penyebabnya, DLH memasang perangkat pemantau kualitas udara Air Quality Monitoring System (AQMS) portable di lingkungan permukiman tersebut.
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menjelaskan bahwa pemasangan AQMS dilakukan selama tujuh hari berturut-turut guna mengumpulkan data lengkap mengenai kondisi udara setiap hari.
“AQMS portable kami pasang di area permukiman selama seminggu. Dari data kualitas udara harian dan arah angin dominan, kita bisa mengetahui gambaran pencemarannya,” ujar Kiswatiningsih, Jumat 21 November 2025.
Selain memantau kondisi udara, alat tersebut juga digunakan untuk menelusuri perusahaan mana yang paling berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan.
“Pemasangan ini juga untuk mengetahui secara detail perusahaan mana yang memberikan kontribusi terbesar terhadap polusi udara,” tegasnya.
Sebelumnya, pada 12 November 2025, DLH telah memeriksa salah satu perusahaan makanan yang diduga mengalami gangguan pada cerobong emisinya. Perusahaan tersebut mengakui adanya kondisi tidak normal sehingga kini berada dalam pengawasan DLH.
DLH juga telah mengecek tiga titik aduan warga dan melakukan uji emisi selama 24 jam pada 13–14 November. Hasil laboratorium diperkirakan keluar dalam 14 hari.
Baca Juga: Warga Kaliabang Bahagia Resah, Debu Hitam Pekat Cemari Permukiman Selama Sebulan
AQMS yang dipasang memungkinkan DLH memantau kualitas udara secara real-time melalui laptop, termasuk parameter polutan dan arah angin yang dapat mengarah ke sumber emisi. Data tersebut akan menjadi dasar ilmiah sebelum penetapan dan penindakan perusahaan yang terbukti melanggar aturan lingkungan.
“Setelah seluruh rangkaian uji selesai, kami akan menentukan perusahaan yang bersalah dan menindak sesuai ketentuan hukum,” tutup Kiswatiningsih.***




