BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi mengklaim telah memperbaiki sebanyak 130 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sepanjang tahun 2025.

Hal ini merupakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat.

Program ini menyasar warga berpenghasilan rendah yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi tidak aman dan tidak sehat.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Tuntaskan Pengangkatan Honorer 2025, Hampir 11 Ribu Resmi Jadi PPPK

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi, mengatakan seluruh proses renovasi hampir rampung dan sebagian besar rumah telah selesai diperbaiki.

“Prosesnya sudah berjalan semua, sebagian juga sudah mulai selesai. Masih ada yang berjalan, tinggal sedikit lagi. Targetnya 25 Desember rampung,” ujar Widayat, dikutip dari Radar Bekasi, Senin 29 Desember 2025.

Program Rutilahu 2025 dilaksanakan secara merata di 12 kecamatan di Kota Bekasi.

Baca Juga: Driver Lalamove Diduga Gelapkan 10 Laptop di Bekasi, Nomor Hilang dan Pelat Mobil Berbeda

Setiap kecamatan mendapatkan alokasi rata-rata 10 hingga 11 titik lokasi, dengan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi rumah dan kebutuhan penerima manfaat.

Pemkot Bekasi menekankan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada jumlah, tetapi juga kualitas hasil pembangunan.

Seluruh pembiayaan program Rutilahu tahun ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi.

Baca Juga: Malam Tahun Baru Jadi Saksi Pelantikan Ribuan PPPK Kota Bekasi

Meski terdapat dukungan dari pemerintah provinsi, pelaksanaan utama tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bekasi melalui Disperkimtan.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa program Rutilahu memiliki tujuan sosial yang lebih luas dibanding sekadar perbaikan fisik bangunan.

Menurutnya, rumah layak huni merupakan fondasi utama bagi kehidupan keluarga yang sehat dan sejahtera.

“Program Rutilahu ini adalah bentuk nyata kepedulian kita kepada warga. Rumah yang layak adalah kebutuhan dasar, dan dari rumah yang baik akan lahir keluarga yang lebih sehat dan sejahtera,” kata Tri, dikutip dari Radar Bekasi, 30 Desember 2025.

Tri juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program tersebut.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Aktifkan Call Center Pusdalops BPBD, Catat Nomornya

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi sangat penting, mulai dari pemerintah, lembaga sosial, hingga masyarakat. Pemerintah Kota Bekasi akan terus membuka ruang kerja sama demi mempercepat penanganan rumah tidak layak huni,” ujarnya.

Pemkot Bekasi berharap, dengan selesainya program Rutilahu 2025, semakin banyak warga dapat merasakan hunian yang aman, sehat, dan nyaman, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.***