BEKASI.POJOKSATU.ID - Kasus dugaan pengancaman terhadap Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono saat kunjungan di wilayah Teluk Pucung, Bekasi Utara, diputuskan tidak berlanjut ke proses hukum oleh Pemerintah Kota Bekasi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi ketika Tri Adhianto tengah melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) guna menciptakan kawasan yang lebih tertib dan rapi. Dalam kegiatan tersebut sempat terjadi kesalahpahaman yang berujung pada aksi pengancaman oleh seorang PKL.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Suparyono, menjelaskan bahwa kepolisian telah mempertimbangkan sejumlah aspek sebelum memutuskan langkah hukum.
Baca Juga: Tri Adhianto Tegaskan Penertiban PKL dan Reklame Ilegal Tetap Berjalan Meski Ada Ancaman Sajam
“Dengan pertimbangan yang bijak, dan karena faktor usia serta sudah menyadari kesalahpahamannya maka yang bersangkutan sudah membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya juga mengajukan permohonan maaf kepada petugas,” ujar Suparyono, Senin, 9 Februari 2026.
Ia menambahkan, perkara tersebut tidak dilanjutkan dan kepolisian tidak membuat laporan resmi terhadap PKL yang terlibat.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan bahwa dirinya telah lebih dahulu memaafkan pelaku. Ia menegaskan fokus utama pemerintah adalah memastikan kehadiran negara dalam penertiban, bukan pada ancaman yang diterimanya.
“Sebelum dia mengucapkan maaf juga sudah saya sama maafkan. Jadi saya kira kita bukan masalah ancaman, bukan masalah golok, tapi kita yakinkan bahwa negara harus hadir,” kata Tri.
Baca Juga: Pedagang Es Cincau Keliling Ambruk di Tengah Jalan Bekasi, Polisi Ungkap Penyebabnya
Tri juga berkomitmen untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait penertiban ke depan. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting dalam mendukung program penataan yang dilakukan pemerintah daerah.
“Tapi diupayakan bahwa ini terus kita lakukan secara perlahan dan ini tentu perlu edukasi dan saya kira peran masyarakat harusnya hari ini tentunya berada di garda terdepan,” demikian kata dia.***




