BEKASI.POJOKSATU.ID - Keterbatasan perguruan tinggi dan minimnya pilihan program studi di Kota Bekasi menjadi salah satu alasan utama banyak mahasiswa asal Bekasi harus menempuh pendidikan tinggi di luar daerah.

Kondisi ini mencerminkan tantangan serius pendidikan tinggi di wilayah penyangga ibu kota yang memiliki jumlah penduduk besar, namun belum sepenuhnya ditopang infrastruktur akademik yang memadai.

Fakta tersebut mengemuka dalam audiensi Persatuan Mahasiswa Bekasi (Permasi) Jakarta Raya bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, Senin 9 Februari 2026.

Baca Juga: MRT Jakarta Mulai Tahap Awal Tembus Bekasi, Pembangunan Dimulai dari Thamrin dan Rorotan

Dalam pertemuan itu, mahasiswa menegaskan bahwa pilihan kuliah ke luar kota bukan semata keinginan, melainkan kebutuhan akibat terbatasnya daya tampung dan ragam program studi di Bekasi.

Ketua Umum Permasi Jakarta Raya, Marhadi, menyampaikan bahwa banyak lulusan SMA asal Bekasi tidak mendapatkan program studi yang sesuai minat dan potensi mereka di dalam kota.

Akibatnya, mereka harus melanjutkan pendidikan ke Jakarta, Bandung, hingga luar Pulau Jawa.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Redam Konflik Penertiban PKL, Pilih Memaafkan Warga

“Banyak mahasiswa Bekasi kuliah ke luar daerah bukan karena ingin merantau, tetapi karena pilihan program studi di Bekasi sangat terbatas dan daya tampung kampus tidak mencukupi,” ujar Marhadi.

Sebagai kota dengan jumlah penduduk lebih dari 2,5 juta jiwa, Bekasi dinilai belum memiliki ekosistem pendidikan tinggi yang sebanding dengan kebutuhan warganya.

Perguruan tinggi yang ada masih terkonsentrasi pada bidang tertentu, sementara program studi strategis dan kekinian masih minim tersedia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Bekasi Selasa 10 Februari 2026: Hujan Sedang hingga Deras Seharian

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kebijakan beasiswa pendidikan tinggi Pemkot Bekasi.

Program beasiswa dengan kuota 1.500 penerima saat ini masih memprioritaskan mahasiswa yang berkuliah di perguruan tinggi dalam wilayah Kota Bekasi.

Kebijakan ini dinilai belum mengakomodasi realitas bahwa banyak mahasiswa Bekasi justru menempuh pendidikan di luar daerah.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyadari adanya tantangan pendidikan tinggi di wilayahnya.

Ia menyebut keterbatasan kampus dan program studi sebagai persoalan struktural yang harus dihadapi secara bertahap.

Baca Juga: Tri Adhianto Buka Ruang Evaluasi Beasiswa, Pendidikan Jadi Prioritas Pemkot Bekasi

“Masukan dari mahasiswa ini penting. Kita memahami bahwa tidak semua kebutuhan pendidikan tinggi bisa dipenuhi di dalam kota, dan itu menjadi catatan dalam evaluasi kebijakan ke depan,” kata Tri Adhianto.

Tri menegaskan, Pemerintah Kota Bekasi tetap berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

Selain evaluasi kebijakan beasiswa, Pemkot juga mendorong penguatan sektor pendidikan sebagai bagian dari pembangunan jangka panjang.

Baca Juga: Tri Adhianto Soroti Budaya Melanggar Aturan

Audiensi tersebut menjadi cerminan realitas pendidikan tinggi di daerah penyangga ibu kota, di mana pertumbuhan penduduk tidak selalu sejalan dengan ketersediaan fasilitas pendidikan.

Mahasiswa berharap, keterbatasan ini dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar kebijakan pendidikan lebih adaptif dan berpihak pada kebutuhan nyata warga Bekasi.***