BEKASI.POJOKSATU.ID - Peninjauan langsung ke taman lingkungan menjadi langkah awal Camat Bekasi Barat Sudarsono dalam memperkuat pengawasan terhadap infrastruktur publik yang telah dibangun pemerintah.

Baru dua hari menjabat, Sudarsono langsung merespons aduan warga terkait kerusakan fasilitas umum di Taman Rawa Tembaga, RW 007 Kelurahan Jakasampurna, yang dinilai sudah tidak layak digunakan.

Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya tata kelola pemerintahan yang menekankan pengawasan berkelanjutan terhadap aset publik agar tidak terbengkalai.

Baca Juga: Jampidmil Limpahkan Tiga Tersangka Korupsi Pengadaan Satelit Kemhan ke Tim Penuntut

Menurut Sudarsono, keberadaan taman lingkungan bukan sekadar pelengkap kawasan, tetapi ruang publik yang harus dijaga kualitas dan keamanannya, terutama bagi anak-anak.

“Saya langsung turun ke lingkungan warga, baik untuk memperkenalkan diri maupun melakukan monitoring terhadap infrastruktur dan fasilitas umum yang ada,” ujar Sudarsono, Minggu 8 Februari 2026.

Dari hasil peninjauan, sejumlah fasilitas bermain anak di Taman Rawa Tembaga ditemukan dalam kondisi rusak.

Baca Juga: Wahana Rusak Ancam Keselamatan Anak, Camat Bekasi Barat Turun Langsung ke Taman

Beberapa wahana tampak aus, tidak terawat, dan berpotensi membahayakan pengguna.

Kondisi ini menjadi sinyal penting bahwa fasilitas publik memerlukan evaluasi dan perawatan rutin, bukan hanya saat awal pembangunan.

“Saya cek langsung, memang banyak fasilitas yang rusak. Ini akan kami ajukan agar segera diperbaiki supaya bisa digunakan dengan aman oleh anak-anak sekitar,” katanya.

Baca Juga: Ribuan Siswa Terbantu, Program Sekolah Swasta Gratis Bekasi Mulai 2026

Ia menilai, kerusakan fasilitas umum sering kali terjadi karena kurangnya monitoring berkala setelah pembangunan selesai.

Padahal, aset publik yang dibiayai anggaran negara harus dijaga fungsinya agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kalau tidak diawasi dan dievaluasi secara rutin, fasilitas yang dibangun bisa cepat rusak dan akhirnya tidak terpakai. Ini yang harus kita cegah,” tegas Sudarsono.

Menurutnya, pemerintah kecamatan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mengawasi kondisi infrastruktur lingkungan.

Dengan turun langsung ke lapangan, potensi masalah dapat terdeteksi lebih awal sebelum menimbulkan risiko keselamatan atau keluhan berkepanjangan dari warga.

Baca Juga: Ternyata Limbah Cacahan Uang Sengaja Dibuang ke Setu dari Bantargebang

Sebagai tindak lanjut, pihak kecamatan akan melakukan pendataan terhadap fasilitas yang rusak dan menyampaikannya kepada dinas teknis terkait untuk segera ditangani.

Langkah ini diharapkan menjadi awal dari sistem pengawasan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Kami akan catat dan laporkan ke dinas terkait. Harapannya bisa segera diperbaiki demi keselamatan dan kenyamanan warga,” tandasnya.

Pengawasan fasilitas publik dinilai menjadi indikator penting tata kelola pemerintahan di tingkat lokal.

Ruang publik yang terawat tidak hanya mencerminkan kehadiran pemerintah, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga, khususnya anak-anak yang menjadikan taman sebagai ruang bermain dan belajar bersosialisasi.***