BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi terus memperkuat program edukasi kebencanaan bagi pelajar.

Hal ini ditandai dengan peluncuran Ruang Simulator Gempa oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, di kantor BPBD Kota Bekasi yang diikuti siswa Tarsila Kelurahan Kranji.

Ruang simulator tersebut digunakan sebagai media pembelajaran praktis agar siswa mampu menghadapi situasi gempa secara tepat.

Dalam simulasi, mereka diajarkan untuk tetap tenang, memahami prosedur evakuasi, serta menerapkan langkah penyelamatan diri saat bencana terjadi.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Siap Gunakan Rp7 Triliun, Mampukah Bekasi Akhiri Banjir Tahunan?

Tri Adhianto menuturkan bahwa edukasi kebencanaan kini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter tanggap darurat masyarakat, khususnya pelajar.

“Edukasi di BPBD tidak hanya lagi sebatas penanganan bencana alam, tetapi menjadi pusat pembelajaran bagi siswa maupun warga agar memiliki kemampuan tanggap darurat saat terjadi bencana. Ini tentang membangun budaya siaga sejak dini,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa setiap pekan BPBD Kota Bekasi rutin menggelar pelatihan tanggap darurat bagi anak-anak melalui kegiatan boating di danau kawasan pemerintah kota. Kegiatan tersebut bertujuan melatih keberanian, kekompakan, serta pemahaman dasar evakuasi di wilayah perairan.

“Sekarang kita sudah punya ruang simulator gempa. Ke depan, dalam rencana pengembangan, akan kita bangun juga fasilitas flying fox sebagai bagian dari pelatihan evakuasi dan peningkatan ketangkasan,” tambahnya.

Baca Juga: Sekda Bekasi Hadiri Rapat Revisi Permendagri Batas Wilayah Bekasi–Jakarta Timur

Tri berharap para siswa yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing.

“Setelah belajar di sini, anak-anak bisa menyampaikan kembali kepada keluarga dan teman-temannya bagaimana cara menghadapi gempa dengan benar. Pengetahuan ini harus menyebar luas,” tegasnya.***