BEKASI.POJOKSATU.ID - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto angkat bicara terkait keluhan warga Perumahan Pondok Mitra Lestari, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, yang mempertanyakan belum rampungnya pembangunan tanggul di bantaran Kali Bekasi.
Ia menegaskan, banjir yang kerap melanda kawasan tersebut bukan disebabkan oleh jembatan maupun tanggul yang baru dibangun di area Grand Galaxy.
Menurut Tri, persoalan utama yang membuat tanggul belum tersambung sepenuhnya adalah kendala pembebasan lahan di sejumlah titik.
Baca Juga: DPR Ancam Maksimalkan Kewenangan, PT HDP Tegaskan Tudingan Habiburokhman Tidak Berdasar
Ia menyebut, pembangunan tidak bisa dilakukan secara parsial karena sistem pengendalian banjir harus terintegrasi di sepanjang aliran sungai.
“Pembangunannya secara umum masih berproses. Karena sebelumnya tidak melalui perizinan yang benar,” ujar Tri, Rabu 18 Februari 2026.
Ia menepis anggapan bahwa keberadaan jembatan Grand Galaxy menjadi penyebab utama banjir di PML.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Alokasikan Rp200 Miliar untuk Percepatan Perbaikan Jalan Rusak
“Bukan karena jembatan atau tanggul Grand Galaxy. Sejauh ini kendalanya adalah pembebasan lahan,” tegasnya.
Tri menjelaskan, penyelesaian tanggul di kawasan PML memerlukan koordinasi lintas pemerintah, termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai.
Pemerintah Kota Bekasi, kata dia, terus berupaya menentukan kewenangan masing-masing pihak agar proyek bisa diselesaikan secara menyeluruh.
Baca Juga: DPRD Bekasi Minta Pokir dan Pemberdayaan Warga Tak Terpusat di Satu Wilayah
“Jika menjadi kewenangan daerah, tentu ada keterbatasan fiskal, sehingga kami meminta dukungan provinsi dan pusat,” katanya.
Ia mengakui kondisi keuangan daerah saat ini sedang tertekan akibat berkurangnya dana transfer dan bagi hasil dari pemerintah provinsi.
Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.
“Saat ini kami cukup tertekan akibat berkurangnya dana transfer dan bagi hasil dari provinsi. Ini menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota Bekasi,” ungkapnya.
Selain di kawasan PML, sejumlah titik lain seperti Blok T dan Kemang Pratama juga masuk dalam rencana lanjutan pembangunan tanggul.
Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Soroti Ketimpangan Pembangunan, Dorong Pemerataan Antarwilayah
Namun, proyek-proyek tersebut kembali menghadapi kendala serupa, yakni persoalan lahan yang belum tuntas.
Tri mencontohkan, di kawasan sekitar Lotte masih terdapat sekitar 71 rumah yang belum direlokasi meskipun berdiri di atas tanah PJT.
Ia menyebut, persoalan tersebut bahkan telah sampai ke Komnas HAM dan membutuhkan pendekatan yang hati-hati agar tidak menimbulkan konflik sosial.
Baca Juga: 520 Pohon Ditanam, Jasamarga Transjawa Perkuat Ruang Terbuka Hijau di Jalur Tol
Di sisi lain, warga PML berharap sisa sekitar 300 meter tanggul yang belum tersambung dapat segera dirampungkan.
Bagian tersebut disebut menjadi titik utama masuknya air saat debit Kali Bekasi meningkat.
Menanggapi harapan tersebut, Tri menyatakan optimisme bahwa persoalan dapat segera menemukan solusi. “Mudah-mudahan setelah Lebaran dapat diselesaikan,” ujarnya.
Ia berharap, dengan rampungnya tanggul secara menyeluruh, masyarakat dan pemerintah dapat merasa lebih tenang menghadapi musim hujan tanpa dihantui ancaman banjir berulang.
Pemerintah Kota Bekasi pun berkomitmen terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat agar penyelesaian proyek pengendalian banjir di sepanjang Kali Bekasi dapat terealisasi sesuai harapan warga.***




