BEKASI.POJOKSATU.ID - Kemacetan panjang terjadi di sepanjang Jalan Siliwangi, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Kamis, 12 Maret 2026. Antrean kendaraan didominasi truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang menuju TPST Bantargebang.
Kemacetan diduga terjadi akibat dampak longsor yang sebelumnya terjadi di area TPST Bantargebang pada Minggu, 8 Maret 2026. Peristiwa tersebut membuat proses masuk kendaraan ke lokasi pembuangan sampah menjadi lebih lambat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan terlihat sejak pukul 09.00 hingga sekitar 10.30 WIB. Panjang kemacetan bahkan mencapai sekitar delapan kilometer.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Pastikan Pemkot Tetap Siaga Selama Mudik Lebaran
Puluhan truk sampah tampak memadati badan jalan dengan muatan yang ditutup terpal. Beberapa sopir memilih mematikan mesin kendaraan karena antrean tidak bergerak dalam waktu lama.
Sejumlah pengemudi terlihat turun dari truk untuk beristirahat di pinggir jalan. Ada yang duduk di trotoar, sementara lainnya berdiri di samping kendaraan sambil menunggu antrean bergerak.
Di sisi lain, kendaraan pribadi dan sepeda motor hanya dapat melintas melalui satu sisi jalan yang masih bisa dilalui.
Salah satu sopir truk, Rahmadi (60 tahun), mengaku harus menunggu berjam-jam untuk bisa masuk ke area TPST Bantargebang.
“Kalau jam 10.00 WIB saya masih di Jalan Siliwangi, nanti jam 17.00 WIB sore baru masuk di TPST-nya,” ujarnya.
Ia mengatakan antrean panjang tersebut sudah terjadi sejak Selasa, 10 Maret 2026. Menurutnya, kondisi itu membuat para sopir harus menunggu lama di jalan sambil membawa muatan sampah.
Baca Juga: Polisi Ungkap Motif Ekonomi di Balik Pembunuhan Aktivis Pelabuhan di Bekasi
Hal serupa disampaikan Bram (44 tahun), sopir truk lainnya. Ia mengaku baru saja keluar dari area TPST setelah sebelumnya mengantre cukup lama.
Menurut Bram, antrean tidak hanya terjadi di jalan menuju lokasi, tetapi juga di area timbangan sebelum truk diperbolehkan membuang muatan.
“Ini saya baru banget keluar dari area pembuangan. Macetnya parah banget,” katanya.
Ia berangkat sejak Rabu sore, 11 Maret 2026, dan baru keluar dari area TPST pada Kamis siang karena padatnya antrean kendaraan.
Kemacetan panjang tersebut tidak hanya berdampak pada sopir truk, tetapi juga mengganggu aktivitas warga yang melintas di kawasan Rawalumbu hingga Bantargebang.
Para pengguna jalan harus memperlambat laju kendaraan karena sebagian badan jalan dipenuhi antrean truk sampah yang tidak bergerak.
Menurut Bram, beberapa warga bahkan sempat menegur para sopir karena truk memenuhi badan jalan dan menyebabkan kemacetan.
“Kita juga enggak mau ini terjadi. Tapi mau gimana lagi, di dalam juga macet dan antre,” ujar dia.
Antrean truk sampah yang mengular hingga berkilometer tersebut membuat lalu lintas di kawasan tersebut terganggu dan berdampak pada aktivitas masyarakat sekitar.***




