BEKASI.POJOKSATU.id – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi menegaskan bahwa tidak ada penambahan kuota jamaah haji untuk tahun 2026. Jumlah jamaah yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci tetap sebanyak 4.382 orang.
Kepala Kantor Kemenag Kota Bekasi, Rian Fauzi, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terdapat informasi resmi terkait tambahan kuota haji untuk wilayah tersebut.
“Tidak ada, sampai saat ini belum ada penambahan. Karena pada tahun ini Kota Bekasi juga mendapatkan keberkahan dari sistem pembagian kuota yang baru,” ujar Rian, Senin, 13 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa sistem distribusi kuota haji yang berlaku saat ini dinilai sudah cukup mengakomodasi kebutuhan jamaah di daerah, termasuk Kota Bekasi.
Baca Juga: Korban Ledakan SPBE Cimuning Ajukan Ganti Rugi, 41 KK Terdampak Kini Menunggu Kepastian
Di sisi lain, Rian mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Kementerian Agama, khususnya terkait pemberangkatan haji.
Ia menekankan agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi dari pihak tidak dikenal, baik melalui telepon maupun pesan daring, terlebih jika disertai permintaan data pribadi atau transfer uang.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bekasi, jangan mudah percaya informasi dari penelepon yang tidak dikenal, apalagi sampai diminta mengirimkan data atau uang secara online,” tegasnya.
Baca Juga: Tri Adhianto Tegaskan WFH Jumat dan Wajib Bersepeda bagi ASN Bekasi
Rian juga menegaskan bahwa seluruh proses administrasi dan informasi resmi mengenai haji hanya dapat diperoleh langsung melalui kantor Kemenag. Jika ada komunikasi melalui telepon, sifatnya hanya sebatas penyampaian informasi awal.
“Kalaupun ada telepon dari kami, itu hanya sebatas menyampaikan informasi. Kami pasti arahkan untuk datang ke kantor agar tidak menjadi korban penipuan,” tandasnya.
Dengan kepastian tidak adanya penambahan kuota tahun ini, masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti prosedur resmi dan tidak tergiur tawaran pemberangkatan haji secara instan yang tidak jelas sumbernya.***




