BEKASI.POJOKSATU.id - Upaya pencegahan penipuan berkedok pemberangkatan haji terus diperkuat oleh Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi, menyusul adanya warga yang mengalami kerugian cukup besar akibat praktik tersebut.
Kepala Kantor Kemenag Kota Bekasi, Rian Fauzi, menyampaikan bahwa pihaknya telah meningkatkan penyebaran informasi kepada masyarakat melalui berbagai kanal resmi.
Sosialisasi dilakukan melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook, serta penyebaran selebaran kepada kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU) maupun masyarakat umum. Selain itu, informasi juga disampaikan melalui media cetak dan online guna menjangkau lebih banyak warga.
“Betul, kami sudah mencoba intensif di berbagai media sosial resmi Kementerian Haji Kota Bekasi, baik itu di Instagram, di Facebook, dan disebar juga flayer ke KBIHU ke seluruh masyarakat yang ada. Kemudian kami juga sampaikan ke rekan media cetak dan online,” ujar Rian, Senin, 13 April 2026.
Baca Juga: Kemenag Kota Bekasi Tegaskan Kuota Haji 2026 Tetap, Warga Diminta Waspada Penipuan
Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menjalin koordinasi dengan Polres Metro Bekasi Kota untuk membahas langkah penanganan serta tindak lanjut atas kasus penipuan yang terjadi.
“Kami akan koordinasi dengan Kepolisian Polres Metro Bekasi Kota untuk menyampaikan mungkin ada penanganan khusus atau tindak lanjutnya seperti apa,” katanya.
Selain itu, sinergi juga akan diperluas bersama Pemerintah Kota Bekasi hingga ke tingkat wilayah, mulai dari kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat imbauan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang tidak dikenal, terutama yang menawarkan percepatan keberangkatan haji.
Rian menegaskan bahwa pihaknya juga telah melaporkan perkembangan kasus ini kepada jajaran pimpinan pusat, termasuk Menteri dan Wakil Menteri Agama, agar penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh.
Baca Juga: Tabungan Rp600 Juta Raib Seketika, Calon Jemaah Haji Bekasi Jadi Korban Modus Percepatan
“Kasus ini menjadi perhatian serius karena memanfaatkan situasi antrean haji yang panjang. Kami berharap ada langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Di sisi lain, Kemenag Kota Bekasi tetap membuka layanan bagi masyarakat yang ingin melakukan konfirmasi maupun melaporkan informasi mencurigakan terkait program haji. Bahkan, layanan tetap disiagakan meski di hari libur.
Masyarakat pun diimbau untuk selalu waspada dan segera mendatangi kantor resmi apabila menerima informasi mencurigakan, guna menghindari menjadi korban penipuan.***




