BEKASI.POJOKSATU.id -  Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, berubah menjadi panggung budaya yang semarak pada peringatan Hari Tari Sedunia. Ribuan penari dari berbagai komunitas memadati area tersebut dan menampilkan pertunjukan tari kolosal yang memukau.

Kegiatan ini menjadikan CFD tidak hanya sebagai ruang olahraga, tetapi juga wadah ekspresi seni dan budaya berskala besar.

Penampilan tari ronggeng nyentrik menjadi daya tarik utama, dengan gerakan enerjik yang berhasil mencuri perhatian warga hingga membuat mereka berhenti sejenak untuk menyaksikan pertunjukan.

Baca Juga: Hari Tari Sedunia di Bekasi Meriah, Ribuan Penari Ramaikan CFD Ahmad Yani

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe turut hadir di tengah keramaian untuk memberikan dukungan langsung kepada para penari.

“CFD hari ini kita isi dengan energi budaya. Ini bukti bahwa Bekasi tidak hanya hidup secara fisik, tetapi juga kaya secara budaya,” ujar Tri.

Ia menegaskan bahwa ronggeng nyentrik merupakan warisan budaya yang akan terus dikembangkan. Pemerintah Kota Bekasi juga berkomitmen menghadirkan fasilitas pendukung seperti perpustakaan dan museum budaya guna memperkuat identitas daerah.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan kawasan CFD yang dipenuhi warga yang larut dalam suasana meriah pertunjukan tari. Momentum ini sekaligus menjadi bukti bahwa budaya mampu menghidupkan ruang publik serta mempererat kebersamaan.

Baca Juga: Korban Penyiraman Air Keras di Bekasi Meninggal, KSPSI Desak Hukuman Maksimal untuk Pelaku

Tri menambahkan, keberadaan seni dan budaya menjadi elemen penting dalam membangun karakter kota yang dinamis dan terus berkembang.***