BEKASI.POJOKSATU.id - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mendatangi rumah duka korban kecelakaan antara KRL Commuter Line 5568 relasi Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek 4 di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Selasa, 28 April 2026.
Kunjungan diawali dengan takziah ke kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Cikarang Timur. Selanjutnya, Asep juga melayat ke rumah duka korban lainnya, termasuk Adelia Rifani di Wanasari, Cibitung. Kehadiran tersebut sebagai bentuk empati dan kepedulian pemerintah daerah terhadap keluarga korban.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi, kami turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Asep.
Baca Juga: Perda Perlindungan Guru Kabupaten Bekasi Akan Diperkuat Perbup, Disdik Gandeng PGRI dan LBH
Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa sementara ini terdapat 3 korban meninggal dunia. Sementara jumlah korban luka masih dalam proses pendataan karena belum sepenuhnya teridentifikasi.
“Yang meninggal dunia sudah kita pastikan ada tiga orang. Untuk korban luka masih kami telusuri karena datanya masih simpang siur,” kata dia.
Asep juga mengungkapkan bahwa salah satu korban meninggal merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Jakarta Timur yang sehari-hari menggunakan kereta sebagai moda transportasi.
Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan akan menanggung seluruh kebutuhan penanganan medis korban luka, termasuk biaya operasi dan perawatan lanjutan.
“Kami siap menjaminkan seluruh kebutuhan penanganan medis korban,” tegasnya.
Baca Juga: Disdik Bekasi Apresiasi DPRD Susun Perda Perlindungan Guru dan Tendik
Saat ini, Pemkab Bekasi tengah melakukan pendataan di berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi guna memastikan jumlah warga yang terdampak, baik yang menjalani rawat inap maupun perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Data sementara mencatat total 35 korban, terdiri dari tiga orang meninggal dunia, dua orang telah dipulangkan, 13 orang dirawat inap, 15 orang berada di IGD, serta dua orang dirujuk ke rumah sakit lain.
Pendataan korban masih menghadapi kendala, mengingat sejumlah korban mengalami trauma berat dan tidak membawa identitas saat kejadian.
“Beberapa korban masih dalam kondisi shock, bahkan ada yang tidak membawa identitas, sehingga belum bisa diajak komunikasi secara maksimal,” jelasnya.
Baca Juga: BPBD Bekasi Siapkan Strategi Hadapi Kekeringan, Masyarakat Diimbau Hemat Air
Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya terkait aspek keselamatan di perlintasan kereta api. Ke depan, Pemkab Bekasi akan melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan kecelakaan sebagai langkah pencegahan.
“Kami akan petakan jalur rawan untuk mencegah kejadian serupa terulang,” tandasnya.***




