BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai meningkatkan pengawasan kebersihan lingkungan menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Langkah ini difokuskan pada pengelolaan limbah hewan kurban serta kondisi saluran drainase di sekitar lokasi penyembelihan.

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menegaskan bahwa sisa limbah pemotongan hewan kurban tidak boleh dibiarkan menumpuk lebih dari 24 jam. Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah pencemaran lingkungan sekaligus meminimalkan risiko munculnya penyakit di masyarakat.

“Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi diinstruksikan menyiapkan armada tambahan di titik pengumpulan sementara. Pastikan bergerak cepat dan tidak boleh ada tumpukan limbah sisa-sisa pemotongan hewan kurban itu lebih dari 1x24 jam,” ujarnya, Selasa, 26 Mei 2026.

Baca Juga: Ketua Kloter JKS 19 Minta Maaf soal Spanduk Bergambar Wali Kota Bekasi di Tenda Haji

Untuk mendukung percepatan penanganan limbah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta menyiapkan armada tambahan agar pengangkutan dari lokasi penyembelihan dapat dilakukan secara optimal.

Selain itu, pengawasan juga melibatkan aparatur wilayah, mulai dari camat hingga lurah, yang diminta turun langsung memantau kondisi lingkungan selama pelaksanaan Idul Adha.

Perhatian khusus juga diberikan pada kondisi drainase di sekitar area penyembelihan. Pemkot Bekasi menilai limbah yang bercampur dengan genangan air berpotensi menimbulkan persoalan sanitasi yang serius jika tidak ditangani dengan baik.

Tak hanya pemerintah, panitia kurban di masjid maupun lingkungan permukiman juga diimbau untuk menjaga standar kebersihan, mulai dari proses penyembelihan hingga distribusi daging kepada masyarakat.

Baca Juga: Resepsi Pernikahan di Bekasi Gagal Digelar, Pasangan Pengantin Diduga Jadi Korban WO Menghilang

Abdul Harris menegaskan bahwa pelaksanaan Idul Adha harus tetap berlangsung khidmat tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan kebersihan lingkungan.

“Kita ingin pelaksanaan Idul Adha berjalan khidmat, tetapi lingkungan juga harus tetap terjaga bersih dan sehat. Karena itu panitia kurban diminta memperhatikan pembuangan limbah, saluran air, hingga proses distribusi daging agar tetap higienis,” tandasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Bekasi juga akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik penyembelihan guna memastikan seluruh prosedur kebersihan benar-benar diterapkan di lapangan.