BEKASI.POJOKSATU.id - Kasus dugaan penipuan yang menyeret Wedding Organizer (WO) Marwah Catering Service terus berkembang. Jumlah pasangan calon pengantin yang diduga menjadi korban kini disebut mencapai sekitar 50 pasangan.

Salah satu korban, Rinaldy Zullfi Setyawan, mengungkapkan para korban mulai saling berkomunikasi setelah persoalan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

“Perkiraannya ada sekitar 50 pasangan yang diduga menjadi korban. Tetapi sebagian besar acara mereka masih akan berjalan karena rata-rata baru membayar uang muka,” ujar Rinaldy, Kamis, 28 Mei 2026.

Baca Juga: Sapi 500 Kilogram Tercebur ke Parit di Jatiasih, Evakuasi Dramatis Libatkan Damkar Bekasi

Rinaldy menyebut dirinya menjadi pihak pertama yang melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Polres Metro Jakarta Timur. Ia mengaku mengalami kerugian sebesar Rp85,3 juta yang berasal dari tabungan pribadi untuk biaya pernikahannya bersama sang istri, Feny Indah Fitria Ichwana.

Menurutnya, pembayaran dilakukan secara bertahap kepada pihak WO Marwah untuk berbagai kebutuhan acara pernikahan.

Dengan nilai tersebut, pihak WO disebut menawarkan sejumlah fasilitas, mulai dari penyewaan gedung, katering, fotografer, videografer, busana pengantin, make up artist (MUA), hingga jasa pembawa acara atau MC.

“Awalnya bukan langsung Rp85 juta lebih. Kami mengambil paket standar dulu, lalu menambah beberapa kebutuhan seperti tambahan tamu dan upgrade menu makanan. Jadi totalnya Rp85,3 juta,” jelasnya.

Meski pihak WO diduga belum membayarkan sejumlah vendor, beberapa pihak seperti MUA dan MC tetap hadir saat pelaksanaan akad nikah berlangsung.

Baca Juga: Polres Metro Bekasi Kota Gelar Razia Besar-besaran, Ratusan Pil Terlarang Disita

“Mereka sebenarnya belum dibayar. Tapi itu keputusan profesional mereka sendiri untuk tetap datang. Alhamdulillah akad nikah tetap berjalan,” kata Rinaldy.

Diketahui, Rinaldy dan istrinya semula berencana menggelar resepsi pernikahan di Islamic Centre Bekasi pada Sabtu (23/5/2026). Namun acara resepsi gagal terlaksana sesuai rencana lantaran pihak WO diduga belum melunasi pembayaran venue, meski biaya acara disebut telah dibayar lunas sejak April 2026.

Akibat persoalan tersebut, prosesi pernikahan hanya berlangsung sederhana dalam bentuk akad nikah tanpa dekorasi, fotografer, maupun katering seperti yang sebelumnya dijanjikan.

Saat ini, kasus dugaan penipuan WO Marwah Catering Service masih dalam proses penanganan aparat kepolisian.***