BEKASI.POJOKSATU.id – Aliran Kali Bekasi di wilayah Kota Bekasi kembali mengalami perubahan warna menjadi hitam pekat disertai bau menyengat yang diduga dipicu pencemaran limbah.
Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar satu pekan dan mengganggu aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
Warga mengaku fenomena serupa bukan kali pertama terjadi. Menurut mereka, kualitas air Kali Bekasi hampir setiap musim kemarau mengalami penurunan hingga berubah warna dan menimbulkan aroma tidak sedap.
Baca Juga: DLH Kota Bekasi Libatkan KLH dan Pemprov Jabar Tangani Dugaan Pencemaran Kali Cileungsi
Salah seorang warga, Natih, mengatakan perubahan kondisi air mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir.
"Sudah dua kali kaya gini, tapi ini sudah hampir setiap musim kemarau," ujar Natih, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia menduga limbah berasal dari wilayah hulu, termasuk kawasan Kabupaten Bogor, sebelum mengalir ke Kota Bekasi.
Baca Juga: Wawali Bekasi Buka Bekasi PRIDE Award 2026, Dorong Inovasi Jadi Solusi Nyata bagi Masyarakat
Menurut Natih, pencemaran tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berdampak terhadap ekosistem sungai. Ia menyebut kematian ikan kerap terjadi saat kualitas air menurun drastis.
"Kalau sudah seperti ini biasanya ikan-ikan pada mati," katanya.
Warga berharap pemerintah segera mengusut sumber pencemaran, meningkatkan pengawasan terhadap aliran sungai, serta memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti mencemari Kali Bekasi agar kejadian serupa tidak terus berulang.***




