BEKASI.POJOKSATU.id - Sebanyak 85 pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Yayasan Jamrud Biru, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Senin, 17 Agustus 2026. Dari puluhan peserta tersebut, beberapa pasien mendapat kepercayaan menjadi petugas upacara.

Dua di antaranya adalah Aji dan Iqbal. Keduanya untuk pertama kalinya dipercaya menjalankan tugas dalam prosesi upacara sejak mengikuti program rehabilitasi di Yayasan Jamrud Biru.

Aji, yang telah menjalani rehabilitasi selama empat tahun tiga bulan, mengaku terkejut saat ditunjuk menjadi petugas upacara.

"Pertama kalinya ditunjuk, saya kaget," ujar Aji usai pelaksanaan upacara.

Baca Juga: ODGJ Ikuti Upacara HUT ke-81 RI di Yayasan Jamrud Biru Bekasi, Jadi Bagian Terapi Sosial

Sebelum menjalankan tugasnya, Aji bersama peserta lainnya mengikuti latihan intensif sebanyak enam kali dalam sepekan. Pada hari pelaksanaan, ia mengenakan pakaian adat dan dipercaya membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan.

"Latihan enam kali, habis itu langsung upacara. Saya mendapat tugas membaca teks Proklamasi," katanya.

Sementara itu, Iqbal mengaku bangga bisa menjadi bagian dari petugas upacara meski sempat diliputi rasa gugup karena baru pertama kali tampil dalam prosesi resmi tersebut.

"Senang rasanya bisa jadi petugas upacara," kata Iqbal.

Ia mengakui rasa gugup sempat muncul sebelum upacara dimulai. Namun, dengan dukungan para pendamping dan hasil latihan yang telah dijalani, ia mampu menyelesaikan tugasnya hingga seluruh rangkaian upacara selesai.

"Karena ini pertama kali, saya sempat nervous, tetapi akhirnya bisa menjalankan tugas sampai selesai," ujarnya.

Pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI di Yayasan Jamrud Biru tidak hanya menjadi bentuk peringatan Hari Kemerdekaan, tetapi juga bagian dari proses rehabilitasi sosial bagi para pasien. Melalui keterlibatan sebagai petugas maupun peserta upacara, mereka diberi kesempatan membangun rasa percaya diri, melatih tanggung jawab, serta meningkatkan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.

Baca Juga: Dua Orang Tewas usai Motor Tabrak Truk Wing Box di Flyover Kranji Bekasi

Sebanyak 85 pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Yayasan Jamrud Biru, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Senin, 17 Agustus 2026. Dari puluhan peserta tersebut, beberapa pasien mendapat kepercayaan menjadi petugas upacara.

Dua di antaranya adalah Aji dan Iqbal. Keduanya untuk pertama kalinya dipercaya menjalankan tugas dalam prosesi upacara sejak mengikuti program rehabilitasi di Yayasan Jamrud Biru.

Aji, yang telah menjalani rehabilitasi selama empat tahun tiga bulan, mengaku terkejut saat ditunjuk menjadi petugas upacara.

"Pertama kalinya ditunjuk, saya kaget," ujar Aji usai pelaksanaan upacara.

Sebelum menjalankan tugasnya, Aji bersama peserta lainnya mengikuti latihan intensif sebanyak enam kali dalam sepekan. Pada hari pelaksanaan, ia mengenakan pakaian adat dan dipercaya membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan.

"Latihan enam kali, habis itu langsung upacara. Saya mendapat tugas membaca teks Proklamasi," katanya.

Baca Juga: BPBD Kota Bekasi Resmikan Flying Fox, Edukasi Kebencanaan Kini Lebih Interaktif

Sementara itu, Iqbal mengaku bangga bisa menjadi bagian dari petugas upacara meski sempat diliputi rasa gugup karena baru pertama kali tampil dalam prosesi resmi tersebut.

"Senang rasanya bisa jadi petugas upacara," kata Iqbal.

Ia mengakui rasa gugup sempat muncul sebelum upacara dimulai. Namun, dengan dukungan para pendamping dan hasil latihan yang telah dijalani, ia mampu menyelesaikan tugasnya hingga seluruh rangkaian upacara selesai.

"Karena ini pertama kali, saya sempat nervous, tetapi akhirnya bisa menjalankan tugas sampai selesai," ujarnya.

Pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI di Yayasan Jamrud Biru tidak hanya menjadi bentuk peringatan Hari Kemerdekaan, tetapi juga bagian dari proses rehabilitasi sosial bagi para pasien.

Melalui keterlibatan sebagai petugas maupun peserta upacara, mereka diberi kesempatan membangun rasa percaya diri, melatih tanggung jawab, serta meningkatkan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.***