BEKASI.POJOKSATU.id – Keluarga korban kecelakaan kereta api (KA) di Stasiun Bekasi Timur mendatangi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menanyakan realisasi bantuan yang sebelumnya dijanjikan.

Keluarga korban menyampaikan hal tersebut saat bertemu Dedi Mulyadi setelah menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, Jumat (4/9/2026).

Dalam pertemuan itu, Dedi Mulyadi yang didampingi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe dihampiri seorang pria bernama Surya.

Surya merupakan suami dari Ida Nuraida, salah satu dari 16 korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).

Surya kemudian menanyakan kepastian pemberian santunan kepada Dedi Mulyadi yang sebelumnya disebut telah menjanjikan bantuan kepada keluarga korban.

"Ya saya mau nanya soal santunan sama Pak KDM," kata Surya, dikutip Sabtu (5/9/2026).

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi kemudian meminta Surya menyampaikan data dan alamat keluarga kepada asistennya untuk ditindaklanjuti.

Dedi menjelaskan bantuan yang diberikan kepada keluarga korban merupakan bentuk kepedulian dan empati terhadap korban kecelakaan.

"Kan sifatnya saya membantu, dan sifatnya empati saya, makanya dari data yang saya punya, saya anterin," ujar Dedi.

Ia mengatakan sebelumnya terdapat keluarga korban yang tidak sempat ditemui karena jenazah telah dibawa ke Jawa Tengah untuk dimakamkan.

Baca Juga : Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang Besuk Dua Peserta Korban Kecelakaan Kerja

Setelah pertemuan dengan Surya, Dedi Mulyadi kembali memberikan penjelasan melalui unggahan video di akun media sosial pribadinya.

Dalam penjelasan tersebut, Dedi mengakui masih terdapat keluarga korban yang belum menerima bantuan karena data mereka belum diterima saat proses pendataan sebelumnya.

"Bisa jadi saat itu saya merasa berdasarkan data yang saya miliki, saya sudah menyampaikan. Ternyata ada korban-korban berikutnya yang tidak sempat sampainya data pada saya pada saat itu," katanya.

Dedi memastikan keluarga korban yang belum menerima bantuan tetap akan mendapatkan bantuan susulan.

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Bekasi tekankan pemanfaatan santunan untuk ekonomi berkelanjutan

"Tetap kami akan memberikan bantuan. Kami sudah memverifikasi berapa jumlah korbannya yang belum mendapat bantuan," ujarnya.

Saat ini, pihaknya meminta data alamat dan kartu tanda penduduk (KTP) keluarga korban untuk memastikan proses penyaluran bantuan.

Dedi menyebut bantuan tersebut rencananya diberikan pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Apabila penerima bantuan tidak dapat hadir pada waktu tersebut, penyaluran dapat dilakukan pada Senin (7/9/2026).

"Satu keluarganya diberikan Rp50 juta," kata Dedi.

Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia.***