BEKASI.POJOKSATU.id - Sebanyak 21 atlet cheerleading asal Kota Bekasi berhasil menorehkan prestasi di ajang internasional Thailand Open 2026. Membawa nama Indonesia, atlet Rockstar Cheerleading Kota Bekasi tersebut sukses meraih enam podium juara dalam kompetisi yang berlangsung pada 21-25 Oktober 2026.
Para atlet berusia 3 hingga 17 tahun itu bersaing dengan peserta dari sejumlah negara, di antaranya Thailand, Jepang, Taiwan, Singapura, dan Filipina.
Pelatih Rockstar Cheerleading Kota Bekasi, Hendro Budianto dan Ranizha Ayu Rizky, mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil latihan dan pembinaan yang dilakukan secara bertahap.
"Ini bukan sekadar kompetisi menari. Ada teknik dasar dan gerakan wajib cheerleading yang harus tetap ditampilkan. Jadi, tidak semua penari bisa langsung mengikuti kompetisi ini karena ada regulasi dan standar gerakan yang harus dipenuhi," ujar Hendro.
Dalam kompetisi tersebut, Nolana meraih juara pertama Urban Cheer Dance Doubles usia 3-6 tahun dengan nilai 78,50. Kerincie juga menjadi juara pertama kategori Urban Cheer Dance Doubles Junior 1 usia 7-12 tahun dengan nilai 89,00.
Sementara itu, Spotlight meraih posisi kedua Cheer Dance Doubles Junior 1 dengan nilai 79,00. Flaze menempati posisi kedua Urban Cheer Dance Doubles Junior 2 dengan nilai 72,00, sedangkan Rindjanie meraih posisi kedua kategori Urban Cheer Dance Doubles usia 12-17 tahun dengan nilai 70,00.
Adapun Star Breaker menempati posisi ketiga Urban Cheer Dance Doubles All Stars dengan nilai 43,50.
Hendro menjelaskan, prestasi tersebut tidak diraih secara instan. Para atlet harus menjalani latihan rutin untuk menguasai berbagai teknik, termasuk headstand dan headspin. Bahkan, pembentukan kemampuan dasar pada sejumlah atlet bisa membutuhkan waktu hingga satu tahun.
"Untuk gerakan tertentu, kami tidak bisa memaksakan anak-anak. Kemampuan setiap atlet berbeda. Kalau belum siap, tidak boleh dipaksakan karena risiko cedera. Keselamatan tetap menjadi prioritas," katanya.
Selain teknik, pelatih juga menyesuaikan metode latihan dengan usia dan karakter atlet. Hal ini penting, terutama bagi peserta usia dini yang masih membutuhkan pendekatan menyenangkan selama berlatih.
Di tengah jadwal latihan yang padat, para atlet tetap harus membagi waktu dengan pendidikan formal. Dukungan orang tua juga menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka mengikuti kompetisi.
Winda, salah seorang perwakilan orang tua atlet, mengatakan, keikutsertaan anak-anak dalam cheerleading berangkat dari keinginan mereka sendiri.
"Ini pilihan anak-anak sendiri. Kami sebagai orang tua mendukung. Tidak ada tuntutan agar mereka harus menjadi atlet. Yang terpenting, mereka senang menjalani kegiatan ini dan bertanggung jawab terhadap pilihan mereka," ujar Winda.
Keberhasilan di Thailand Open 2026 menjadi bagian dari rangkaian pembinaan Rockstar Cheerleading sepanjang tahun. Sebelumnya, para atlet mengikuti kejuaraan daerah pada April dan kejuaraan nasional pada Juni. Rockstar juga pernah mengikuti kompetisi di Taiwan dan membawa pulang sejumlah penghargaan.
Hendro dan Ranizha berharap prestasi tersebut dapat meningkatkan perhatian masyarakat terhadap olahraga cheerleading di Indonesia. Mereka juga berharap pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga memberikan dukungan lebih luas, mulai dari fasilitas latihan hingga pengembangan pelatih bersertifikasi.
"Harapan kami, olahraga ini semakin dikenal dan berkembang di Indonesia. Jangan hanya olahraga yang sudah populer seperti sepak bola atau basket yang mendapatkan perhatian. Cheerleading juga memiliki potensi dan bisa membawa nama Indonesia di tingkat internasional," tutur Hendro.
Enam podium di Thailand Open 2026 menjadi bukti potensi atlet muda Kota Bekasi untuk bersaing di tingkat internasional melalui pembinaan yang konsisten dengan tetap mengutamakan keselamatan.





