BEKASI.POJOKSATU.id -  Gejolak internal terjadi di tubuh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bekasi. Sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dikabarkan sudah tidak lagi memberikan dukungan terhadap kepemimpinan Ketua DPD PSI Kota Bekasi, Tanti Herawati.

Bahkan, delapan Ketua DPC PSI di Kota Bekasi disebut telah mengirimkan surat mosi tidak percaya kepada DPW PSI Jawa Barat dan DPP PSI sejak September 2025.
Ketua DPC PSI Bekasi Timur, Stevanus mengatakan, langkah tersebut diambil karena kepemimpinan DPD dinilai tidak berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

“Kami sudah mengirim surat kepada DPW dan DPP yang ditandatangani delapan Ketua DPC sejak September 2025,” ujar Stevanus, Rabu, 27 Mei 2026.

Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Soroti Dugaan ASN Terlibat Narkoba, Minta Pemkot Bertindak Tegas

Pria yang akrab disapa Steven itu menilai selama kepemimpinan Tanti Herawati tidak pernah ada laporan pertanggungjawaban yang disampaikan kepada jajaran DPC.

Menurutnya, kondisi tersebut bertentangan dengan prinsip transparansi dan mekanisme organisasi yang diatur dalam AD/ART partai.

“Selama beliau menjabat sebagai Ketua DPD PSI Kota Bekasi, kami tidak pernah menerima laporan pertanggungjawaban. Padahal mekanisme pelaporan secara berkala dan transparan merupakan amanat partai,” tegasnya.

Selain persoalan laporan pertanggungjawaban, Steven juga menyoroti buruknya komunikasi dan koordinasi antara DPD dan DPC yang dinilai menghambat konsolidasi organisasi di tingkat kecamatan.

Ia menyebut sejumlah DPC sudah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Tanti Herawati dan meminta DPP PSI segera melakukan evaluasi.

Baca Juga: Distribusi MBG di Kota Bekasi Diduga Terhenti, Aktivis Soroti Tunggakan Dana

“Kami bersama beberapa DPC lainnya sudah tidak memiliki kepercayaan lagi terhadap kepemimpinan beliau. Kami meminta DPP segera mengambil langkah tegas demi masa depan PSI Kota Bekasi,” katanya.

Menjelang pelaksanaan Kopi Darat Daerah (Kopdarda) PSI Kota Bekasi yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026, dinamika internal partai disebut semakin memanas.

Steven bahkan menduga adanya pencatutan nama kader dalam struktur kepengurusan DPC tanpa konfirmasi kepada pihak terkait.

“Kami tidak pernah diajak komunikasi. Bisa saja ada nama kader yang dicatut untuk melengkapi kepengurusan DPC tanpa persetujuan yang bersangkutan. Nama-nama yang disetorkan ke DPW Jabar menurut saya layak diaudit internal partai,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, Ketua DPD PSI Kota Bekasi, Tanti Herawati, belum memberikan tanggapan terkait mosi tidak percaya yang diajukan sejumlah DPC tersebut.***