BEKASI.POJOKSATU.ID - Dinas Kesehatan Jakarta Timur melakukan pemeriksaan kesehatan gratis terhadap 1.300 sopir truk sampah yang bertugas di TPST Bantar Gebang.
Pemeriksaan ini dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan dan kesehatan para pengemudi yang memiliki peran vital dalam pengelolaan sampah Ibu Kota.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Herwin Meifendy, mengatakan program cek kesehatan gratis tersebut telah dimulai dan ditargetkan rampung dalam waktu 10 hingga 13 hari ke depan.
Setiap harinya, sekitar 100 sopir truk sampah dijadwalkan menjalani pemeriksaan kesehatan.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Ubah Masa Depan Anak Bekasi, Orang Tua Sampaikan Terima Kasih ke Prabowo
“Kami telah memulai cek kesehatan gratis bagi 1.300 sopir truk sampah di TPST Bantar Gebang. Targetnya selesai dalam 10 sampai 13 hari,” kata Herwin, dikutip dari Antara, 25 Desember 2025.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan di salah satu ruang kantor pengelola TPST Bantar Gebang.
Sebelum mengikuti pemeriksaan, para sopir diwajibkan melakukan pendaftaran melalui aplikasi Satusehat Mobile atau melalui WhatsApp Chatbot Kementerian Kesehatan/JAKSAFE.
Herwin menjelaskan, jenis pemeriksaan yang diberikan cukup lengkap, mulai dari penimbangan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, hingga pengecekan gula darah.
Baca Juga: Tak Ada Pesta Kembang Api, Pemkot Bekasi Sambut Tahun Baru dengan Doa
Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan gigi sederhana oleh dokter gigi, pemeriksaan mata dan telinga, serta skrining Tuberculosis (TBC) melalui pengambilan sampel dahak.
“Kita kerahkan dua tim atau sekitar 10 tenaga kesehatan untuk memeriksa 100 sopir setiap hari. Pada hari pertama, tim berasal dari Puskesmas Kecamatan Cakung,” jelasnya.
Program pemeriksaan kesehatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Yang meminta agar seluruh sopir truk sampah mendapatkan layanan skrining kesehatan.
Tujuannya untuk menjaga stamina pengemudi sekaligus mencegah risiko kelelahan kerja dan penyakit komorbid yang tidak terdeteksi.
“Sopir yang diperiksa juga diberikan vitamin dan obat sesuai dengan keluhan atau hasil skrining. Kami sediakan pula makanan ringan dan minuman,” ujar Herwin.
Ia menambahkan, jika ditemukan indikasi penyakit tertentu, pihaknya siap melakukan rujukan ke puskesmas atau rumah sakit.
Baca Juga: Kepala Kejari Kabupaten Bekasi Dicopot, Penggantinya dari Kejati Kalimantan Utara
Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan sopir yang mengalami penyakit berat.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup bekerja sama dengan tim medis juga telah memulai program skrining kesehatan gratis di TPST Bantar Gebang.
Program ini dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga kesejahteraan petugas kebersihan.***




