BEKASI.POJOKSATU.id — Pemerintah Kota Bekasi belum menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) meskipun wilayah Kota Bekasi terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan keputusan penerapan WFH akan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara di wilayah Kota Bekasi.

"Nanti kita lihat saja perkembangannya, apakah memang kondisinya memburuk atau memang kondisinya masih dalam konteks yang normal," kata Tri, Selasa (8/9/2026).

Menurut dia, kondisi kualitas udara menjadi salah satu indikator yang akan digunakan Pemkot Bekasi dalam menentukan kebijakan bagi ASN.

"Nanti alarmnya ada di Kepala Dinas Lingkungan Hidup," ujarnya.

Tri menyampaikan, untuk saat ini ASN di lingkungan Pemkot Bekasi masih menjalankan aktivitas kedinasan seperti biasa. Pemerintah daerah masih memantau perkembangan kualitas udara sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Baca Juga : Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Kota Bekasi, Wali Kota Tri Adhianto Minta Warga Tenang dan Pakai Masker

Ia mengatakan apabila kondisi udara memburuk sehingga WFH perlu diterapkan, pelayanan publik tetap harus berjalan.

"Jadi diutamakan adalah kegiatan-kegiatan yang sifatnya pelayanan publik itu tetap berada pada posisinya masing-masing," katanya.

Tri menegaskan penerapan WFH nantinya tidak boleh menghambat pelayanan kepada masyarakat.

Pemkot Bekasi masih menunggu hasil pemantauan kualitas udara untuk menentukan langkah selanjutnya terkait aktivitas ASN di tengah paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.***