BEKASI.POJOKSATU.ID - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memulai langkah konkret untuk mengatasi banjir tahunan di wilayah Pondok Melati dengan memprioritaskan penataan dan peninggian sejumlah jembatan di sepanjang aliran Kali Chandra.

Kebijakan ini diambil setelah menerima laporan warga terkait terhambatnya aliran air akibat konstruksi jembatan yang dinilai terlalu rendah dan menyebabkan penyempitan arus.

Peninjauan dilakukan langsung di Perumahan Chandra, RW 17, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati.

Baca Juga: Warga Diminta Berani Lapor Jika Ada Indikasi Gratifikasi, Kecamatan Bekasi Selatan Libatkan Publik Awasi Pelayanan

Dalam kunjungan tersebut, Tri Adhianto menyusuri aliran Kali Chandra hingga titik pertemuan air dari Kali Harun yang mengalir menuju kawasan perumahan.

Berdasarkan laporan Ketua RW 17, setiap kali hujan dengan intensitas sedang hingga deras, debit air meningkat namun tidak mampu mengalir lancar karena tertahan di beberapa titik jembatan.

Kondisi ini memicu luapan air yang menggenangi Perumahan Chandra bahkan berdampak hingga kawasan Perumahan Dosen IKIP.

Baca Juga: Aksi Pungli di Sumur Batu Bekasi Terbongkar, Sopir Truk Sampah Ngaku Kerap Diancam

“Penataan Kali Chandra akan menjadi prioritas. Beberapa jembatan yang menghambat aliran akan segera ditinggikan agar level air dapat melintas dengan baik menuju hilir,” ujar Tri Adhianto, dikutip dari laman resmi Pemkot Bekasi, 28 Februari 2026.

Menurutnya, peninggian jembatan menjadi solusi teknis yang dinilai paling efektif dalam jangka pendek untuk meningkatkan kapasitas aliran air.

Dengan ruang bebas yang lebih tinggi, debit air saat hujan deras diharapkan bisa mengalir lancar tanpa tertahan di bagian hulu.

Baca Juga: Avanza Oleng Tabrak Jukir hingga Luka Berat di Bekasi, Mobil Dirusak Massa

Tri menegaskan, permasalahan banjir di kawasan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga faktor infrastruktur yang belum optimal.

Segmentasi dan konstruksi jembatan yang terlalu rendah menjadi salah satu penyebab utama terjadinya penyumbatan aliran.

“Kalau alirannya lancar, air tidak akan tertahan dan meluap ke permukiman. Ini yang sedang kita benahi agar kejadian banjir tahunan bisa diminimalisir,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi Kepala BMSDA Kota Bekasi, Idi Susanto, Camat Pondok Melati Cecep Miftah, serta Lurah Jatirahayu Yasim.

Pemerintah Kota Bekasi melalui dinas teknis terkait akan segera melakukan kajian lanjutan guna memastikan desain peninggian jembatan sesuai kebutuhan teknis.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tunggu Magrib, Ini Makna Ngabuburit dan Jam Favoritnya Saat Ramadan

Kajian tersebut penting untuk memastikan bahwa peninggian jembatan tidak menimbulkan dampak baru di wilayah hilir.

Pemerintah juga akan menghitung kapasitas aliran agar air dapat mengalir optimal hingga ke kawasan Perumahan Dosen IKIP tanpa memicu genangan baru.

Penataan Kali Chandra ini menjadi bagian dari program berkelanjutan Pemerintah Kota Bekasi dalam mengurangi titik-titik rawan banjir.

Baca Juga: Tangani Sampah Tanpa Asap, Ini Langkah Konkret Kelurahan Jatimelati Cegah Pembakaran Liar

Wilayah Pondok Melati sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan yang kerap terdampak genangan saat musim penghujan.

Dengan langkah cepat dan pendekatan teknis yang terukur, Pemkot Bekasi berharap solusi ini dapat memberikan dampak nyata bagi warga.

Peninggian jembatan diharapkan bukan hanya menjadi proyek fisik semata, tetapi bagian dari strategi sistematis dalam pengendalian banjir di Kota Bekasi.***