BEKASI.POJOKSATU.ID - Pengungkapan dua jaringan peredaran barang terlarang oleh Polres Metro Bekasi Kota kembali menyoroti posisi Bekasi sebagai wilayah strategis dalam jalur distribusi menuju Jakarta.
Sejumlah barang terlarang dalam jumlah besar yang disita polisi diketahui berasal dari luar daerah dan rencananya akan diedarkan ke wilayah Ibu Kota.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, hasil penyelidikan menunjukkan Bekasi kerap dijadikan titik transit sebelum barang terlarang dikirim ke wilayah tujuan akhir.
Baca Juga: JPO Stasiun Bekasi Tetap Dibangun, Pemkot Cari Jalan Tengah dengan Pelaku Usaha
Letak geografis yang berbatasan langsung dengan Jakarta serta akses transportasi yang mudah menjadi faktor utama.
“Bekasi ini posisinya sangat strategis. Banyak jalur keluar masuk dari berbagai daerah sebelum menuju Jakarta,” ujar Kusumo saat konferensi pers, Selasa 27 Januari 2026.
Pengungkapan pertama bermula dari penangkapan dua tersangka berinisial HN dan AN di wilayah Arenjaya, Bekasi Timur.
Baca Juga: Sawah Terendam Banjir, Petani Bekasi Terpaksa Tunda Panen dan Pemupukan
Dari tangan keduanya, polisi mengamankan paket ganja, kristal tertentu, serta perlengkapan pendistribusian.
Pengembangan kasus kemudian mengarah ke pemasok berinisial K yang ditangkap di Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.
“Dari hasil pemeriksaan, barang tersebut akan diedarkan kembali melalui wilayah Bekasi sebelum masuk ke Jakarta,” kata Kusumo.
Baca Juga: Wajah Ganda Pengedar, Bekerja Normal tapi Jalankan Bisnis Terlarang
Dari tersangka K, polisi menyita kristal tertentu seberat ratusan gram, puluhan pil warna tertentu, serta satu perangkat berbahaya rakitan lengkap dengan amunisi.
Polisi menduga perangkat tersebut digunakan untuk melindungi aktivitas ilegal selama proses distribusi lintas daerah.
Di kasus terpisah, Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Kota juga menggagalkan pengiriman kristal tertentu dari wilayah Bogor menuju Jakarta.
Tersangka berinisial FAS ditangkap di Bojonggede, Kabupaten Bogor, sementara pemasoknya berinisial BH kini masih dalam pengejaran.
“Hasil pemeriksaan awal, barang itu rencananya akan dikirim ke wilayah Jakarta Utara,” jelas Kusumo.
Baca Juga: Banjir Terjang Bekasi, Imigrasi Pastikan Mobilitas Warga Tetap Aman
Menurutnya, pola peredaran ini menunjukkan Bekasi kerap dimanfaatkan sebagai titik singgah sementara sebelum barang terlarang masuk ke pasar utama di Jakarta.
Para pelaku memanfaatkan padatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi di wilayah penyangga Ibu Kota untuk mengaburkan jejak.
“Wilayah penyangga seperti Bekasi sering dijadikan tempat transit agar pergerakan tidak terdeteksi langsung,” ujarnya.
Baca Juga: Laptop dan Infokus Raib Digondol Maling, Guru SD di Bekasi Dipaksa Bertahan dengan Fasilitas Minim
Kusumo menegaskan, pihaknya akan memperkuat pengawasan dan kerja sama lintas daerah untuk memutus jalur distribusi tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Tanpa peran masyarakat, jalur-jalur ini sulit terungkap. Informasi sekecil apa pun sangat berarti,” tegasnya.
Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman guna mengungkap jaringan lain yang diduga memanfaatkan Bekasi sebagai jalur transit menuju Jakarta dan wilayah sekitarnya.***




