BEKASI.POJOKSATU.ID - Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi tak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menyisakan kecemasan mendalam bagi para petani.

Hingga Senin 26 Januari 2026, tercatat seluas 5.301,7 hektare lahan sawah terendam banjir, membuat aktivitas pertanian lumpuh dan masa depan panen menjadi tanda tanya besar.

Genangan air setinggi 20 hingga 60 sentimeter menutupi hamparan padi di sejumlah kecamatan seperti Tambun Utara, Babelan, Tambelang, Karangbahagia, Sukakarya, Sukawangi, Pebayuran, dan Cabangbungin.

Baca Juga: Wajah Ganda Pengedar, Bekerja Normal tapi Jalankan Bisnis Terlarang

Air yang belum surut memaksa petani menunda berbagai tahapan penting, mulai dari pemupukan, penyiangan, hingga panen yang seharusnya dilakukan dalam waktu dekat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, mengatakan sebagian besar genangan masih tertahan di area persawahan yang berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai.

Kondisi tersebut membuat tanaman padi berada dalam risiko kerusakan serius.

Baca Juga: Banjir Terjang Bekasi, Imigrasi Pastikan Mobilitas Warga Tetap Aman

“Genangan yang terjadi di lahan pertanian yang berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai. Jika air tidak segera surut, tanaman padi yang sedang dalam masa tanam maupun menjelang panen sangat berisiko puso,” ucap Dodi, Senin 26 Januari 2026.

Bagi petani, banjir bukan hanya soal tanaman yang rusak, tetapi juga ancaman kehilangan mata pencaharian.

Padi yang terendam berhari-hari berpotensi membusuk dan mati, sehingga hasil panen menurun drastis atau bahkan gagal total.

Baca Juga: Laptop dan Infokus Raib Digondol Maling, Guru SD di Bekasi Dipaksa Bertahan dengan Fasilitas Minim

Dampak lanjutan pun tak terhindarkan, terutama terkait modal untuk musim tanam berikutnya.

“Dampaknya bukan hanya hari ini. Kalau gagal panen, petani akan kesulitan modal untuk musim tanam berikutnya. Ini juga bisa berpengaruh pada ketersediaan beras di tingkat lokal,” lanjut Dodi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Abdillah Majid, menyebutkan sawah terdampak banjir tersebar di 78 desa pada 16 kecamatan.

Menurutnya, luas lahan terdampak masih berpotensi bertambah karena sejumlah wilayah masih tergenang dan kondisi tanaman belum dapat dipastikan.

“Kami juga belum bisa menghitung kerugian petani karena kondisi tanaman saat ini masih terdampak banjir dan belum ada laporan puso,” tutur Abdillah.

Baca Juga: Banjir di Kabupaten Bekasi Belum Surut, 15 Ribu Warga Masih Mengungsi

Di tengah kekhawatiran petani, pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian mulai menyiapkan langkah antisipasi.

Bantuan benih padi dan pestisida melalui program Peningkatan Indeks Pertanaman disiapkan untuk mendukung musim tanam berikutnya.

Sementara bantuan khusus untuk sawah terdampak banjir masih dalam proses pengajuan.

Bagi para petani Bekasi, harapan kini tertumpu pada surutnya air dan dukungan nyata agar mereka dapat kembali menanam dan bertahan dari dampak banjir yang berulang.***