BEKASI.POJOKSATU.ID - Aktivitas belanja menjelang Ramadhan 2026 memicu kemacetan panjang di sekitar Pasar Baru Bekasi, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Rabu 18 Februari 2026.
Antrean kendaraan terpantau mengular dari simpang Rumah Sakit Bella hingga Terminal Bekasi dengan panjang mencapai sekitar satu kilometer.
Kepadatan sudah terlihat bahkan sebelum memasuki area pasar. Sejumlah pedagang membuka lapak di pinggir jalan menuju pasar sehingga mempersempit akses kendaraan.
Kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya pengunjung yang memarkirkan sepeda motor di bahu jalan.
Hujan gerimis yang mengguyur sejak pagi tidak menyurutkan minat warga untuk berbelanja kebutuhan pokok.
Alhasil, volume kendaraan meningkat tajam, baik roda dua maupun roda empat, yang keluar masuk kawasan pasar.
Baca Juga: 200 Reklame Ilegal Ditertibkan, Satpol PP Bekasi Targetkan Kota Bebas Iklan Liar
Aris (56), pedagang sayur di Pasar Baru Bekasi, mengakui suasana pasar cukup ramai meski cuaca kurang bersahabat.
“Untuk pagi ini cukup ramai ya. Dan harga pun enggak terlalu naik. Cuma karena cuacanya teduh, hujan, jadi pengunjung agak berkurang dari hari kemarin,” ujarnya.
Meski demikian, kepadatan lalu lintas tetap tak terhindarkan. Sejumlah pengendara mengaku terjebak antrean cukup lama akibat arus kendaraan yang tersendat.
Penyempitan badan jalan karena parkir liar menjadi salah satu penyebab utama perlambatan arus.
Salah satu pengendara, Rudi (34), mengaku membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk melintasi kawasan tersebut.
“Biasanya lewat sini cuma 10 menit, tadi bisa hampir 30 menit. Soalnya motor parkir di kanan kiri jalan, jadi sempit banget,” katanya.
Kondisi ini menjadi gambaran klasik persoalan tata kelola kawasan pasar tradisional yang belum tertata optimal.
Di satu sisi, lonjakan pembeli menjelang Ramadhan menjadi berkah bagi pedagang.
Baca Juga: Dari Anak-Anak hingga Ibu-Ibu, 500 Warga Kalijaya Kompak Nyalakan Obor Sambut Ramadan 1447 H
Namun di sisi lain, peningkatan aktivitas tersebut memicu persoalan lalu lintas yang berdampak pada pengguna jalan lain, termasuk warga yang tidak berbelanja.
Kemacetan yang mencapai satu kilometer menunjukkan perlunya penataan parkir yang lebih terorganisir dan pengawasan terhadap pedagang kaki lima yang berjualan di bahu jalan.
Tanpa pengaturan yang baik, kepadatan serupa berpotensi kembali terjadi, terutama pada puncak belanja menjelang awal puasa.
Baca Juga: Belum Ada Laporan Korban, Polisi Tetap Usut Kasus Begal Payudara di Cikarang
Selain itu, koordinasi antara pengelola pasar dan instansi terkait dinilai penting untuk mengurai kemacetan musiman.
Pengaturan arus kendaraan satu arah sementara atau penyediaan kantong parkir alternatif bisa menjadi solusi jangka pendek untuk mengurangi beban lalu lintas.
Menjelang Ramadhan 2026, aktivitas ekonomi di pasar tradisional memang meningkat signifikan.
Namun, tantangan transportasi dan tata kota menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa diabaikan.
Jika tidak ditangani serius, kemacetan di sekitar Pasar Baru Bekasi akan terus menjadi agenda tahunan yang mengganggu mobilitas warga.***




