BEKASI.POJOKSATU.ID - Cahaya kuning kemerahan dari ratusan obor bambu menerangi malam Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Senin 16 Februari 2026.

Sekitar 500 warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu, tumpah ruah mengikuti pawai obor dalam rangka Tarhib Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Jami Al Makmur itu menjadi bukti kuatnya kebersamaan warga, khususnya dari RT 01, 02, dan 03.

Baca Juga: Belum Ada Laporan Korban, Polisi Tetap Usut Kasus Begal Payudara di Cikarang

Tradisi tahunan ini telah berlangsung selama lima tahun terakhir dan selalu dinantikan masyarakat sebagai momen menyambut datangnya bulan suci dengan penuh suka cita.

Iring-iringan peserta memulai perjalanan dari halaman masjid, kemudian melintasi rute menuju sentra grosir cikarang sebelum kembali ke titik awal.

Meski harus menempuh jarak sekitar tiga kilometer, semangat peserta tidak surut.

Baca Juga: 350 Jamaah Padati Masjid Al Manar di Malam Pertama Tarawih 1447 H

Anak-anak tampak antusias membawa obor dengan pengawasan orang tua, sementara para ibu berjalan beriringan sambil melantunkan selawat.

Warga Kalijaya, Firda (30), mengaku pawai obor telah menjadi tradisi yang mengakar di lingkungan mereka.

“Kegiatan ini untuk menyambut Ramadan, khususnya di wilayah Kalijaya. Ini setahun sekali dan diikuti warga dari RT 01, 02, dan 03,” ucap Firda.

Baca Juga: Polsek Bekasi Utara Berhasil Ungkap Curanmor, Motor Hilang Rp32 Juta Dikembalikan ke Pemilik

Menurutnya, momentum ini bukan sekadar pawai seremonial, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi antarwarga yang mungkin dalam keseharian jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.

“Ramadan itu momen yang ditunggu-tunggu untuk jadi pribadi yang lebih baik dan lebih khusyuk dalam beribadah,” tambahnya.

Ketua DKM Jami Al Makmur sekaligus ketua panitia, Muhammad Imam Sofwa, menyampaikan bahwa keterlibatan lintas generasi menjadi ciri khas kegiatan ini.

Anak-anak diajak merasakan suasana religius sejak dini, sementara orang tua dan tokoh masyarakat ikut menjaga kekompakan serta ketertiban acara.

“Sekitar 500 warga ikut serta, dari anak-anak sampai ibu-ibu. Ini memang kami desain agar semua lapisan masyarakat bisa terlibat,” kata Imam.

Baca Juga: Kapolres Pimpin Sertijab Pejabat Utama Polres Metro Bekasi Kota, Sejumlah Posisi Strategis Berganti

Ia menjelaskan, obor yang dinyalakan bukan sekadar alat penerang, melainkan simbol semangat dan kegembiraan menyambut bulan suci.

Menurutnya, cahaya obor melambangkan harapan agar hati masyarakat juga terang dan bersih saat memasuki Ramadan.

“Obor adalah simbol semangat dan kegembiraan menyambut bulan suci Ramadan. Lewat kegiatan ini, warga yang mungkin sempat terpisah atau kurang berkomunikasi bisa berkumpul, saling memaafkan, dan menyambut Ramadan dengan hati yang bersih,” ujarnya.

Baca Juga: Ini 22 Masjid Muhammadiyah di Bekasi yang Gelar Tarawih Perdana Ramadan 1447 H

Bagi warga Kalijaya, Tarhib Ramadan bukan hanya tradisi tahunan, melainkan momentum refleksi diri dan penguatan solidaritas sosial.

Di tengah dinamika kehidupan sehari-hari, pawai obor menjadi ruang perjumpaan yang hangat, mempertemukan lintas generasi dalam semangat kebersamaan.

Imam berharap semangat tersebut terus terjaga hingga Ramadan tiba.

“Semoga kita semua diberikan kesehatan, kedamaian, dan kerukunan. Jangan sampai Ramadan datang tapi masih ada marah-marah. Dengan kegiatan ini, mudah-mudahan saat Ramadan tiba, hati kita sudah saling memaafkan,” tandasnya.***