BEKASI.POJOKSATU.id – Layanan transportasi publik milik Kota Bekasi, Trans Bekasi Keren atau Trans Beken, resmi beroperasi sejak Selasa, 10 Februari 2026 dengan rute utama Terminal Bekasi menuju kawasan Harapan Indah dan sebaliknya.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menjelaskan pada tahap awal operasional, layanan ini melayani total 47 titik henti di sepanjang koridor Terminal Bekasi–Harapan Indah.
“Pada rute Terminal Bekasi menuju Harapan Indah, Trans Bekasi melayani 31 titik henti, sementara pada rute Harapan Indah menuju Terminal Bekasi tersedia 16 titik henti,” ujar Tri saat dikonfirmasi, Jumat 13 Februari 2026.
Baca Juga: Demo Sopir Angkot Lumpuhkan Jalan Ahmad Yani, Macet Mengular hingga Tol Bekasi Barat
Ia mengatakan, penentuan titik henti telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, meliputi kawasan permukiman, pusat aktivitas warga, hingga ruas jalan utama.
Untuk rute dari Terminal Bekasi menuju Harapan Indah, bus melintasi Terminal Bekasi–Bulak Kapal–Jalan Chairil Anwar–Cut Mutia–Ahmad Yani–Sudirman–Sultan Agung–Harapan Indah.
Sedangkan rute sebaliknya dari Harapan Indah menuju Terminal Bekasi melalui Jalan Sultan Agung–Pemkot Bekasi–Stasiun Bekasi–Lapangan Multiguna–Terminal Bekasi.
Tri menjelaskan, panjang lintasan pulang pergi mencapai sekitar 30,1 kilometer dengan estimasi waktu tempuh 1 jam 5 menit. Perjalanan dari Terminal Bekasi menuju Harapan Indah menempuh jarak sekitar 18,7 kilometer dengan estimasi waktu 41 menit, sedangkan arah sebaliknya sepanjang 11,4 kilometer dengan estimasi 24 menit.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Percepat Tarif Trans Beken Mulai 1 Maret 2026 Usai Demo Sopir Angkot
Pada masa awal operasional, layanan Trans Beken masih digratiskan bagi masyarakat. Kebijakan ini diharapkan memberi kesempatan bagi warga untuk mencoba moda transportasi baru tersebut.
“Pada masa awal operasional, layanan Trans Bekasi diupayakan dapat digunakan oleh masyarakat secara luas. Oleh karena itu, layanan ini masih digratiskan agar warga dapat mencoba dan merasakan langsung manfaat transportasi publik,” jelas Tri.
Sebanyak sembilan armada disiapkan untuk melayani penumpang di koridor tersebut. Pemerintah daerah berharap kehadiran layanan ini dapat menjadi alternatif transportasi yang mudah dijangkau, aman, dan nyaman bagi aktivitas harian warga.***




