BEKASI, POJOKSATU.id - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi memperketat pemantauan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh siswa Pondok Pesantren (Ponpes) Dar Et Tauhid, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan.
Skema pembelajaran daring ini diberlakukan secara menyeluruh usai aktivitas operasional pesantren dihentikan sementara akibat kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan pimpinan pesantren, Muhammad Hifzhi Hazzhami (28 tahun) alias MHH, sebagai tersangka.
Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kemenag Kota Bekasi, Endang Saefudin, menjelaskan bahwa pengawasan bersama Disdik difokuskan pada seluruh jenjang pendidikan formal, termasuk Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Aliyah (MA).
"Kami akan melaksanakan pemantauan bersama Disdik dan juga Kementerian Agama khusus untuk yang RA dan MA. Dan ini bisa dibuktikan dari surat yang sudah dilayangkan dari pondok pesantren," ujar Endang di kantor Kemenag Kota Bekasi, Rabu, 14 Oktober 2026.
Endang mengungkapkan, PJJ yang semula hanya ditujukan bagi santri asrama akhirnya diperluas mencakup siswa non-asrama (kalong). Langkah komprehensif ini diambil guna menjaga kondisi psikologis seluruh anak didik pasca-mencuatnya kasus yang memakan belasan korban santriwati tersebut.
"Jadi semuanya kami arahkan untuk PJJ, baik di asrama ataupun yang tidak di asrama," tegasnya.
Seiring penghentian aktivitas di area pesantren, sebanyak 139 santri asrama, terdiri dari 10 siswa SDIT, 61 siswa SMPIT, dan 68 siswa MA Terpadu, dipastikan telah dipulangkan seluruhnya ke rumah masing-masing.
"Pemulangan Insyaallah hari ini sudah tuntas, dan tidak ada santri di asrama," tambah Endang.
Kemenag dan Disdik Kota Bekasi akan melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas PJJ. Hasil pemantauan tersebut nantinya menjadi rujukan utama dalam menentukan skema pembelajaran berikutnya, termasuk kemungkinan pengaktifan kembali pembelajaran tatap muka secara bertahap dengan mengutamakan kesiapan serta keamanan psikologis para siswa.




