POJOKSATU.id, KABUPATEN BEKASI - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Mohamad Nuh, meminta Dinas Kesehatan mengawasi jajanan anak di lingkungan sekolah.
Belakangan ini, banyak anak menjadi korban keracunan ciki ngebul atau cikibul. Salah satu kasus teranyar terjadi di Kota Bekasi di mana AF, 4 tahun, dioperasi usai mengonsumsi jajanan itu.
“Dinkes harus ikut untuk mengawasi jajanan yang berada di lingkungan sekolah, apalagi sudah ada korban. Sebab Dinkes itu punya data makanan atau jajanan yang berbahaya,” ujar Nuh, baru-baru ini.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, sangat mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Dinkes. Tentunya harus diverifikasi, apakah mekanisme makanan seperti itu aman atau tidak.
BACA JUGA: Kasus Ciki Ngebul, Dinkes Kota Bekasi: Makanan dengan Cairan Nitrogen Berbahaya
“DPRD akan mendukung peringatan atau tindakan yang bersifat menyelamatkan kesehatan masyarakat,” bebernya.
Nuh melihat jajanan chiki ngebul memang cukup aneh, karena menggunakan cairan nitrogen. Bahkan ada juga makanan yang disemprotkan api. Pastinya makanan tersebut menimbulkan gas karbon.
Oleh sebab itu, kata dia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) harus segera memberikan peringatan makanan-makanan berbahaya.
“Kemenkes sebaiknya memberikan arahan atau peringatan terbuka, adanya bahanya makanan-makanan seperti itu,” saran Nuh.
BACA JUGA: 4 Anak di Bekasi Jadi Korban Ciki Ngebul, Kota Bekasi Awasi Ketat Peredarannya
Nuh juga meminta para orang tua mengawasi ketat jajanan yang dikonsumsi buah hatinya.
“Memang masyarakat sekarang suka dengan sensasi, padahal makanan itu berbahaya. Tapi kebanyakan orang tua tidak paham betapa bahayanya makanan tersebut. Kalau sudah kejadian baru kapok,” demikian kata dia. (Karsim/Radarbekasi.id)




