BEKASI.POJOKSATU.id - Kasus dugaan penipuan wedding organizer (WO) kembali mencuat di Bekasi. Sepasang pengantin baru, Feny Indah Fitria Ichwana dan Rinaldy Zullfi Setyawan, mengaku mengalami kerugian besar setelah menggunakan jasa WO asal Cakung, Jakarta Timur, Marwah Catering Service.
Feny mengungkapkan, awalnya ia tertarik menggunakan jasa WO tersebut setelah melihat promosi di media sosial Instagram. Ia kemudian meminta rincian harga paket pernikahan dan melakukan pembayaran uang muka (DP), dilanjutkan dengan sesi test food.
Menurutnya, saat menghadiri acara test food, WO tersebut terlihat profesional dan meyakinkan. Berbagai fasilitas seperti gubukan makanan, make up artist (MUA), MC, dekorasi, hingga pelaminan tampak tersedia dengan baik.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Perketat Pengawasan Limbah Kurban Jelang Idul Adha 1447 H
“Setelah pulang dari situ saya dihubungi admin Marwah untuk menanyakan info lainnya. Lalu ada fitting di JGC, kantornya. Saya fitting dua kali. Setelah fitting, lanjut pembayaran bertahap sampai lunas,” kata Feny, Selasa, 26 Mei 2026.
Seluruh pembayaran paket pernikahan disebut telah dilunasi pada awal April 2026. Bahkan, Feny kembali melakukan pembayaran tambahan untuk jumlah tamu pada 11 Mei 2026. Total biaya yang telah dikeluarkan mencapai Rp85 juta.
Baca Juga: Ketua Kloter JKS 19 Minta Maaf soal Spanduk Bergambar Wali Kota Bekasi di Tenda Haji
Namun, menjelang hari pelaksanaan acara, Feny mulai merasakan kejanggalan. Ia menilai technical meeting yang dilakukan secara daring tidak berjalan secara detail seperti standar persiapan pernikahan pada umumnya.
“Menurut saya technical meeting-nya masih belum jelas karena tidak detail. Yang saya dapat cuma catering-nya berapa pax, gubukan berapa pax per item, pax-nya di sesi ke berapa. Sangat tidak detail,” ungkapnya.
Feny juga mengaku beberapa kali menanyakan teknis jalannya acara, termasuk alur masuk pengantin saat resepsi. Namun, pihak WO terus menunda penjelasan dengan alasan akan diinformasikan mendekati hari pelaksanaan.
Kecurigaan semakin menguat setelah ia mendengar pengalaman dari korban lain yang mengaku mengalami masalah serupa, seperti jumlah gubukan yang tidak sesuai pesanan hingga keterlambatan catering.
Baca Juga: Resepsi Pernikahan di Bekasi Gagal Digelar, Pasangan Pengantin Diduga Jadi Korban WO Menghilang
Puncaknya terjadi saat pihak Islamic Centre menghubungi Feny pada 13 Mei 2026 untuk menagih pelunasan biaya gedung. Padahal, menurutnya, seluruh pembayaran telah diserahkan kepada pihak WO.
Feny kemudian mengonfirmasi hal tersebut kepada pihak WO, namun hanya mendapat jawaban bahwa pembayaran akan segera diselesaikan.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pihak pengelola gedung baru menerima DP sebesar Rp6 juta, sementara sisa pembayaran Rp17,5 juta belum dilunasi.
Sejak saat itu, komunikasi dengan pihak WO semakin sulit. Feny mengaku tidak lagi mendapatkan respons saat mencoba meminta penjelasan lebih lanjut.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih jasa wedding organizer, terutama dalam memastikan transparansi dan kejelasan pembayaran.




