BEKASI.POJOKSATU.ID - Kementerian Sosial menunjukkan penguatan sinergi lintas lembaga dalam menyalurkan bantuan kepada kelompok rentan.

Sebanyak 300 anak yatim binaan sembilan yayasan di Kota Bekasi menerima santunan melalui kolaborasi antara Kemensos, sentra terpadu pangudi luhur Bekasi, serta sejumlah lembaga filantropi.

Santunan tersebut diberikan dalam kegiatan Buka Puasa Bersama dan Pemberian Santunan Anak Yatim yang digelar di Masjid Jannatul Firdaus, Bekasi Selatan, Minggu 1 Maret 2026.

Baca Juga: 700 ASN Mangkir Apel, Tri Adhianto Soroti Disiplin Aparatur Pemkot Bekasi

Bantuan dari Kemensos senilai Rp125 juta disalurkan dalam bentuk 162 paket perlengkapan sekolah, alat ibadah, serta kebutuhan nutrisi bagi anak-anak yatim penerima manfaat.

Program ini merupakan hasil kolaborasi Kemensos melalui STPL Bekasi bersama Mandiri Amal Insani Foundation, Muslim Madani Foundation, dan Yayasan Baitul Maal PLN.

Sinergi tersebut dinilai sebagai contoh konkret kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjangkau kelompok yang membutuhkan.

Baca Juga: Ketua DPRD Kota Bekasi Desak Percepatan Perbaikan Jalan Rusak Jelang Mudik Lebaran 2026

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa persoalan kemiskinan dan kerentanan sosial tidak dapat ditangani satu pihak saja.

“Sekarang ini kurang lebih 23 juta orang miskin di negara ini. Di dalamnya tentunya ada lansia, ada yatim piatu yang kemudian harus kita perhatikan bersama-sama,” ujar Agus Jabo, 1 Maret 2026.

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar bantuan sosial dapat menjangkau lebih luas dan tepat sasaran.

Baca Juga: Tri Adhianto Ungkap Proyek Pembangkit Listrik dari Sampah dan Reformasi Layanan Ambulans

Ia menilai keterlibatan lembaga filantropi memperkuat peran negara dalam menghadirkan kepedulian yang berkelanjutan.

“Memang masih banyak saudara-saudara kita yang masih miskin, masih belum mendapatkan program-program dari pemerintah. Dan itu mari kita kolaborasi, bekerjasama supaya mereka mendapat perhatian,” katanya.

Agus Jabo menyebut kegiatan santunan di Bekasi ini sebagai praktik baik yang patut diperluas.

Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem kepedulian sosial yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, dan dunia filantropi.

“Pada kesempatan sore ini adalah contoh yang baik bagaimana kita berkolaborasi, bekerjasama untuk bisa memuliakan, membahagiakan anak-anak kita. Ini contoh yang bisa diambil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga: Tarling di Mustikajaya, Tri Adhianto Apresiasi Kebersihan Masjid dan Dorong Sekolah Bebas Sampah

Ia berharap pola sinergi seperti ini terus dikembangkan agar semakin banyak kelompok rentan yang terjangkau bantuan.

Menurutnya, kerja bersama menjadi strategi efektif untuk mempercepat penanganan kemiskinan.

“Sehingga saudara-saudara kita yang selama ini tertinggal segera kita bisa selamatkan, bisa kita bahagiakan,” pungkasnya.

Baca Juga: Tri Adhianto Borong Takjil Siswa SLB di Kayuringin, Dukung Kewirausahaan Penyandang Disabilitas

Kegiatan ini diikuti anak-anak yatim dari sembilan yayasan di Bekasi, antara lain Rumah Safiinah, Zawiyatul Mubarak, Al Mabrur, Binaan Bu Agustin, Binaan Umi Nur, As Safi’iyah, Gray Galaxy, Nida Al Syakur, dan Ustadz Zahra.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala STPL Bekasi Budi Satriyo, Direktur Mandiri Amal Insani Foundation Zainal Abidin, Ketua Yayasan Jannatul Firdaus Rahmat Broto Triaji, perwakilan Yayasan Baitul Maal PLN Dewi Setyaharini, serta jajaran Pemerintah Daerah Bekasi.

Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang memperkuat kepedulian dan memperluas kolaborasi.

Bagi Kemensos, kegiatan ini bukan sekadar seremoni berbagi, melainkan wujud nyata penguatan sinergi lintas lembaga demi memastikan anak-anak yatim dan kelompok rentan mendapatkan perhatian yang layak.***