BEKASI.POJOKSATU.ID - Duka mendalam kembali menyelimuti dunia pendidikan di Kota Bekasi. Korban meninggal dunia akibat kebakaran SPBE di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, kembali bertambah.

Seorang alumni SMKN 15 Kota Bekasi, Aulia Putri Budiastuti, mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif.

Kabar duka ini disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Penjaminan Mutu SMKN 15 Kota Bekasi, Dhani Irawan.

Aulia dinyatakan meninggal dunia pada Kamis 9 April 2026 di RSUD Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: DPRD Bekasi Buka Pintu Lebar, Regulasi Pengelolaan Apartemen Siap Diperkuat Lewat Usulan P3SRS

Aulia diketahui merupakan kakak dari Sapta Prihantono, siswa kelas X Teknik Mesin SMKN 15 Kota Bekasi yang sebelumnya juga meninggal dunia akibat insiden yang sama.

Kepergian dua bersaudara ini meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan sekolah.

Peristiwa tragis ini bermula dari kebakaran hebat yang disertai ledakan di kawasan SPBE Cimuning pada Rabu 8 April 2026.

Insiden tersebut berdampak langsung pada rumah korban yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga: Bukan Sekadar Forum Diskusi, Asep Pastikan Musrenbang Jadi Penentu Pembangunan Nyata di Bekasi

Sapta menjadi salah satu korban pertama yang meninggal dunia. Ia berada di rumah bersama ayah dan tiga kakaknya saat kebakaran terjadi.

Kondisi tersebut membuat seluruh anggota keluarga menjadi korban, dengan sebagian mengalami luka serius.

Hingga kini, ayah korban serta dua anggota keluarga lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit berbeda, yakni di RS Citra Arafiq dan RSUD Kabupaten Bekasi.

Dengan meninggalnya Aulia, total korban jiwa dalam tragedi ini kini mencapai empat orang.

Selain kakak beradik tersebut, dua korban lainnya merupakan petugas keamanan SPBE, yakni Suyadi (62) yang meninggal pada Minggu 5 April 2026, serta Jaimun (61) yang meninggal pada Senin 6 April 2026.

Pihak sekolah menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas peristiwa ini. Dhani Irawan mengungkapkan bahwa kepergian Aulia menjadi pukulan berat bagi keluarga besar SMKN 15.

Baca Juga: Imigrasi Bekasi Perketat Pengawasan WNA, Pelanggaran Izin Tinggal Jadi Sorotan

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan besarnya dampak yang ditimbulkan dari insiden kebakaran di area berisiko tinggi, terutama yang berada di dekat permukiman warga.

Tragedi SPBE Cimuning tidak hanya menyisakan kerugian materiil, tetapi juga meninggalkan duka berkepanjangan bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Hingga saat ini, proses penanganan korban serta pemulihan pascakejadian masih terus dilakukan oleh berbagai pihak terkait.***