BEKASI.POJOKSATU.id - Sejarah panjang AQUA di Indonesia mengubah perilaku masyarakat Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan hidrasi dengan konsumsi air berkualitas untuk mendukung kesehatan dan gaya hidup.

Untuk itu, AQUA terus memegang komitmen menghadirkan produk AQUA yang 100 persen Murni dari sumbernya, 100 persen bersumber dari mata air di Indonesia, didukung oleh 20 operasional pabrik yang tersebar mulai dari Sumatera Utara hingga Sulawesi Utara.

Kepala Pabrik AQUA Caringin Teguh Santoso, menegaskan seluruh pabrik AQUA termasuk Pabrik AQUA Caringin berkomitmen untuk dapat menghadirkan produk air mineral berkualitas dengan melakukan serangkaian upaya untuk melindungi kealamian ekosistem di sekitar sumber airnya, memastikan proses produksi secara higienis dan terjaga, dan memproses produk dengan seksama melalui sistem terintegrasi menyeluruh tanpa tersentuh tangan.

Baca Juga: Bulan Ramadhan, Karyawan AQUA Caringin Santuni Ratusan Anak Yatim

“AQUA adalah produk air minum yang mengandung mineral alami seimbang yang berguna untuk kesehatan tubuh dan berasal dari Indonesia, termasuk yang diproduksi Pabrik AQUA Caringin ini yang memanfaatkan air dari sumber air alami yang terlindungi dengan baik," tutur dia.

Dia melanjutkan kualitas AQUA itu dimulai dari pemilihan sumber air pegunungan terbail di Indonesia. Untuk mendapatkan sumber air yang sesuai dengan kriteria AQUA tidaklah mudah.

"AQUA memastikan kualitas dan kemurnian setiap produknya melalui proses pengecekan lebih dari 400 parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi," ungkap Teguh Santoso pada saat menerima kunjungan para pelaku usaha AQUA Home Service (AHS) ke Pabrik AQUA Caringin, Selasa, 7 Mei 2024.

Lebih lanjut lagi, Teguh memaparkan setiap sumber air AQUA juga telah melalui 9 kriteria pemilihan, 5 tahapan, serta minimal 1 tahun penelitian.

Sebagai implementasi dari komitmen AQUA terhadap operasional perusahaan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, operasional pabrik AQUA berfokus pada 5 area, yaitu #BijakBerplastik (pengelolaan sampah), Efisiensi Air, Efisiensi Energi, Keberlanjutan bagi pada karyawan dan masyarakat sekitar.

Novianto (38 tahun) yang menjalankan usaha AHS Novalina sejak tahun 2021 di Citeureup, Kabupaten Bogor mengatakan proses produksi di Pabrik AQUA Caringin bersih higienis, tanpa sentuhan tangan. Dia yakin betul atas kualitas AQUA.

Baca Juga: Pabrik AQUA Cianjur: Produksi Air Minum Dalam Kemasan Sehat Berkualitas dari Sumber Air Pegunungan yang Murni

Novianto bersama para pelaku usaha AHS dari Bogor berkesempatan melihat proses produksi AQUA secara langsung di Pabrik AQUA Caringin.

"Saya senang banget mendapatkan kesempatan berkunjung ke sini. Apalagi memperoleh penjelasan yang lengkap dari para petugas Pabrik AQUA Caringin membuat saya tambah bersemangat," kata dia.

Para pelaku usaha AHS dari Bogor itu pun berkesempatan meninjau sumber air sebagai bahan utama dalam produksi. Sumber air Pabrik AQUA Caringin berada di dalam pabrik, terlindungi dengan baik, dan terintegrasi langsung dengan proses produksi yang ada di dalam pabrik.

Dari situ dihasilkanlah air minum sehat dan berkualitas, yaitu air yang tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung kuman.

Pabrik AQUA Caringin tidak hanya sibuk menjalankan kegiatan operasional bisnis semata. Secara aktif Pabrik AQUA Caringin pun menjalankan berbagai kegiatan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan dengan berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat dan melibatkan berbagai pihak.

Stakeholder Relations Pabrik AQUA Caringin Jaka Sunarna memaparkan Pabrik AQUA Caringin telah mengembangkan berbagai program konservasi air yang secara konsisten dan berkelanjutan, di antaranya dengan menanam lebih dari 1.810 pohon (mahoni, damar, cemara, bintaro, kayu manis, alpukat, pala, jambu kristal) dan membangun 6 unit sumur resapan, 3 unit kolam resapan (waterpond) dan 200 unit kotak resapan (rorak) untuk menjaga keberlanjutan air tanah.

Lalu, meningkatkan akses air bersih untuk lebih dari 4750 jiwa yang bermukim di sekitar pabrik.

Pabrik AQUA Caringin menjalakan pemberdayaan sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat yang terlibat dalam program konservasi itu, yaitu pengelolaan hasil pertanian setempat dengan produk makanan berupa keripik tales, keripik pisang dan keripik singkong.

"Dengan demikian terbentuklah kelompok masyarakat yang menjalankan UMKM secara mandiri," demikian kata Jaka.***