BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi menggelar forum sinergitas bersama instansi vertikal untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga ketertiban umum, keamanan masyarakat, serta penanganan konflik sosial.
Acara yang berlangsung di Balai Patriot ini dibuka langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.
Dalam sambutannya, Tri menegaskan bahwa kerja sama lintas lembaga sangat penting, terlebih dalam merespons aspirasi masyarakat.
Baca Juga: TP PKK Kota Bekasi dan Majelis Taklim Nurul Fathia Gelar Peringatan Maulid Nabi di Balai Patriot
Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu ada kelompok warga yang menyampaikan keluhan, dan Pemkot bersama DPRD segera melakukan evaluasi sebagai bentuk empati dan kepedulian.
Forum ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe, Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Faisal, jajaran Forkopimda, serta narasumber dari Kesbangpol Jawa Barat, Polres Metro Bekasi Kota, dan Kodim 0507 Bekasi.
Beberapa isu aktual menjadi topik pembahasan, mulai dari penanganan konflik sosial berbasis kearifan lokal, upaya menekan angka balap liar dan tawuran remaja, hingga antisipasi perjudian, minuman keras, dan pergaulan bebas.
Tri menekankan perlunya peran orang tua dalam meminimalisir potensi kerawanan remaja yang kerap berkumpul di jalan pada malam hari.
Baca Juga: SMAN 14 Kota Bekasi Bantah Tuduhan Penyelewengan Dana Masjid dan BOS
Selain isu sosial, forum juga membahas pembangunan sarana publik seperti JPO Stasiun Bekasi, pengembangan CSR Kalimalang, serta rencana investasi wisata jangka panjang di kawasan Duta Harapan.
Meski keterbatasan fiskal menjadi tantangan, Pemkot membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta.
Masalah ketenagakerjaan juga menjadi perhatian, terutama meningkatnya minat warga bekerja ke luar negeri tanpa pengawasan ketat. Wali Kota meminta instansi terkait memperketat proses penerbitan paspor.
Pemkot Bekasi juga menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat. Pada Oktober mendatang, insentif RT/RW dan dana hibah RW mulai disalurkan, sementara program bank sampah terus digalakkan di setiap RW.
Baca Juga: Siswa Non-Muslim SMAN 14 Bekasi Keluhkan Diskriminasi Fasilitas Ibadah
Tri menutup forum dengan menegaskan bahwa tidak boleh ada anak di Kota Bekasi yang putus sekolah karena kendala ekonomi. Pemkot telah menyiapkan alternatif pendidikan, seperti sekolah rakyat, asrama pendidikan gratis, serta fasilitas dari Kementerian Sosial dan Cevest.
“Melalui sinergi ini, kita ingin menghadirkan pelayanan publik yang responsif, aman, dan inklusif bagi warga Kota Bekasi,” pungkasnya.




