BEKASI.POJOKSATU.id -  Pemerintah Kota Bekasi sedang membahas kemungkinan penambahan titik pelaksanaan Car Free Day (CFD) di sejumlah lokasi baru. Salah satu kawasan yang masuk dalam kajian adalah Alun-alun Kota Bekasi yang dinilai memiliki potensi besar sebagai ruang aktivitas masyarakat.

Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi, mengatakan wacana tersebut muncul seiring meningkatnya kebutuhan ruang publik bagi warga untuk berolahraga dan berekreasi pada akhir pekan.

“Kita melihat contoh di wilayah Jakarta, bahwa Pak Pramono Anung berencana akan membuka area CFD baru selain di Monas,” ujar Junaedi, Rabu, 17 Juni 2026.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Kaji Perluasan Car Free Day hingga Tingkat Kecamatan

Menurutnya, rencana penambahan lokasi CFD masih dalam tahap pembahasan internal. Pemerintah daerah akan melibatkan Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja untuk mengkaji berbagai aspek teknis, termasuk pengaturan lalu lintas dan sistem pengamanan di kawasan yang akan digunakan.

Junaedi menegaskan, setiap lokasi yang diusulkan harus melalui proses kajian menyeluruh agar pelaksanaannya tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat maupun pengguna jalan.

“Kalau kita membuka ke tempat yang baru harus diperhatikan kaitannya dengan keamanan, terutama lalu lintas. Jangan sampai niat baik ini justru menimbulkan masalah baru,” katanya.

Ia menambahkan, minat masyarakat terhadap kegiatan CFD di Kota Bekasi terus mengalami peningkatan. Dua titik CFD yang saat ini beroperasi secara rutin selalu dipadati warga dari berbagai wilayah untuk berolahraga, bersantai, dan berinteraksi.

“Warga masyarakat sekarang sudah sangat antusias terhadap kegiatan Car Free Day. Ini menjadi ruang olahraga sekaligus rekreasi yang perlu terus kita kembangkan,” ujarnya.

Baca Juga: PCNU Kota Bekasi Dorong Penguatan Pendidikan Karakter Hadapi Dinamika Sosial Masyarakat

Selain memberikan ruang publik yang lebih luas bagi masyarakat, penambahan titik CFD juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan.

Pemkot Bekasi berharap kajian tersebut dapat menghasilkan konsep CFD yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus membantu pemerataan aktivitas warga sehingga tidak terpusat pada lokasi CFD yang sudah ada.***