BEKASI.POJOKSATU.id - Mengantisipasi potensi kemacetan parah selama masa pengerjaan fisik penggantian Jembatan Kemang Pratama dan Flyover Bulak Kapal bernilai hampir Rp188 miliar, Pemerintah Kota Bekasi bersama Dinas Perhubungan serta Dinas BMSDA/PUPR menyiapkan skema penataan arus lalu lintas secara terpadu.

Pendampingan peninjauan lokasi proyek bersama Menko AHY dimanfaatkan Pemkot Bekasi untuk mematangkan kesiapan rute pengalihan arus kendaraan. Jalur alternatif utama akan diarahkan melalui kawasan Ampera serta Jalan Muhammad Yamin.

Guna memperluas daya tampung alur lalu lintas harian, Pemkot Bekasi kini tengah menjajaki komunikasi intensif untuk memanfaatkan lahan frontage milik PT KAI sebagai koridor penghubung Rawapanjang, Bulak Kapal, Ampera, hingga Jalan Muhammad Yamin.

Wali Kota Bekasi optimistis ketersediaan akses konektivitas ini tak hanya menjaga kelancaran mobilitas warga selama masa konstruksi, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian lokal. Mengenai percepatan lahan, Pemkot tetap konsisten menargetkan perampungan pada awal November.

“Kalau melihat bidangnya, dari 76 bidang yang dibutuhkan, 40 sudah selesai. Sisanya sekitar 36 bidang. Sebagian merupakan milik PJT, Kementerian Sosial, serta terdapat lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum. Ini sedang kita rumuskan agar ada upaya percepatan,” jelas Tri Adhianto.

Pemkot Bekasi mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan penuh terhadap proyek vital nasional ini demi terwujudnya penataan transportasi perkotaan yang lebih aman, lancar, dan bebas macet.