BEKASI.POJOKSATU.ID - Pembangunan gedung olahraga lima lantai di Kota Bekasi menjadi sorotan dalam persiapan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat 2026.
Proyek strategis ini dirancang sebagai arena multi-cabang olahraga, khususnya untuk tenis indoor dan futsal indoor, sekaligus menjadi simbol kesiapan Bekasi sebagai tuan rumah.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa gedung tersebut merupakan bagian penting dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas fasilitas olahraga.
Baca Juga: Satpol PP Siap Sisir Titik Rawan Peredaran Miras di Kota Bekasi, Operasi Ramadan Diperketat
Menurutnya, keberadaan gedung lima lantai ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan Porprov 2026, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi pembinaan atlet lokal.
“Tapi salah satu komitmennya adalah bahwa memang kita akan menyiapkan gedung lima lantai tersebut rampung,” ujar Tri di Bekasi, Kamis 19 Februari 2026.
Gedung ini dirancang dengan konsep multifungsi yang memungkinkan beberapa cabang olahraga digelar secara bersamaan.
Baca Juga: Tri Adhianto Gunakan Media Sosial untuk Transparansi, Langsung Datangi Pedagang Korban Pencurian
Lantai-lantai di dalamnya akan difungsikan untuk tenis indoor dan futsal indoor, dua cabang olahraga yang membutuhkan fasilitas tertutup dengan standar tertentu.
Keberadaan arena indoor dinilai penting agar pertandingan tetap dapat berlangsung optimal tanpa terganggu faktor cuaca.
Selain itu, fasilitas modern tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas latihan atlet Bekasi.
Baca Juga: Tri Adhianto Tegaskan Komitmen Sukseskan Porprov 2026, Gedung Olahraga Lima Lantai Ditarget Rampung
Selama ini, keterbatasan sarana indoor kerap menjadi kendala dalam pembinaan olahraga, terutama untuk cabang yang membutuhkan standar lapangan khusus.
Namun, di balik ambisi besar tersebut, tantangan pembiayaan menjadi perhatian serius. Tri mengakui bahwa anggaran yang tersedia saat ini masih terbatas.
Pemerintah Kota Bekasi baru menyiapkan sekitar Rp20 miliar untuk pembangunan tahap awal.
“Tapi tentu melihat kondisi keuangan daerah yang ada. Karena uang yang kemudian disiapkan untuk pembangunan lima lantai itu baru sekitar 20 miliar. Jadi tidak selesai sampai lima lantai, tidak sampai selesai fungsinya,” jelasnya.
Keterbatasan anggaran tersebut membuat pembangunan harus dilakukan secara bertahap.
Meski demikian, Tri memastikan proyek ini tetap menjadi prioritas dan akan terus diupayakan hingga selesai sebelum pelaksanaan Porprov pada November 2026.
Bagi para atlet lokal, pembangunan gedung olahraga lima lantai ini menjadi harapan besar.
Fasilitas yang representatif diyakini dapat meningkatkan performa sekaligus membuka peluang lahirnya prestasi baru dari Kota Bekasi.
Baca Juga: Pengendara Motor Meninggal Dunia Terlindas Truk di Jalan Raya Fatahilah
Arena yang memadai juga dapat menarik lebih banyak kompetisi tingkat regional maupun nasional di masa mendatang.
Selain mendukung prestasi, keberadaan gedung ini juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan olahraga.
Event besar seperti Porprov biasanya membawa dampak positif bagi sektor UMKM, perhotelan, dan transportasi.
Baca Juga: Pemkot Koordinasi dengan Pusat dan Provinsi, Jalan Nasional Ditargetkan Mulus Sebelum Lebaran
Dengan waktu yang terus berjalan menuju November 2026, perhatian publik kini tertuju pada realisasi proyek tersebut.
Gedung olahraga lima lantai bukan sekadar bangunan fisik, melainkan cerminan keseriusan Kota Bekasi dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.
Komitmen yang ditegaskan Wali Kota menjadi sinyal bahwa meski menghadapi tantangan anggaran.
Proyek strategis ini tetap berada di jalur prioritas demi menyukseskan Porprov Jawa Barat 2026 dan membangun masa depan olahraga Kota Bekasi.***




