BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mematangkan persiapan enam titik lahan yang akan dialihfungsikan menjadi polder retensi penampungan air.
Langkah ini ditempuh sebagai strategi konkret dalam menekan risiko bencana banjir, khususnya di wilayah Jatiasih.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa pembebasan serta penyediaan lahan untuk kantong penampungan air menjadi salah satu fokus utama pemda dalam mengoptimalkan sistem penanggulangan banjir.
"Yang tidak kalah pentingnya adalah kita membebaskan lahan untuk dijadikan polder-polder penampungan retensi air," tegas Tri pada Rabu, 16 September 2026.
Tri memaparkan, keberadaan enam lokasi penampungan ini diharapkan mampu mengurangi beban genangan di kawasan pemukiman.
"Ini supaya kawasan di Jatiasih juga relatif bisa kita reduksi untuk mengurangi daripada efek banjir yang ada," tambahnya.
Baca Juga: Pohon Tumbang di Kemang Pratama Jadi Alarm, Pemkot Bekasi Sisir Pohon Rawan Tumbang
Di samping mematangkan polder, Pemkot Bekasi mengombinasikannya dengan pengerukan dan pelebaran alur saluran air di pelbagai wilayah, seperti Kali Harapan, Tanah Apit, hingga saluran ke arah utara Alinda. Langkah perbaikan fisik ini diambil guna mendongkrak daya tampung debit air saat curah hujan tinggi.
Menurut Tri, tipologi banjir di Bekasi terbagi dua, yakni akibat keterbatasan kapasitas saluran lokal dan kiriman dari hulu. Karena Kali Bekasi membelah beberapa daerah administrasi, penanganannya memerlukan sinergi lintas pemerintah. Oleh sebab itu, Pemkot Bekasi telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BWSCC) serta Pemprov Jawa Barat.
"Kemudian secara regional kami juga meminta Pak Gubernur untuk mengambil langkah-langkah terkait upaya bagaimana kita mengonsolidasikan, mengoordinasikan, mengorkestra wilayah yang dilalui oleh Kali Bekasi," kata Tri memungkas penjelasannya.***




