BEKASI.POJOKSATU.id - Ribuan siswa kembali memperebutkan bangku Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap dua di Kota Bekasi, Kamis, 3 Juli 2025. Seleksi ini diikuti oleh para calon siswa yang sebelumnya gagal lolos di tahap pertama.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 14.713 siswa telah mendaftar ke 62 SMPN, memperebutkan 11.153 kursi yang tersedia. Hingga kini, 9.191 siswa telah diterima, menyisakan 1.979 kursi yang kini diperebutkan di tahap dua.
Tahap ini diikuti 5.522 pendaftar, terdiri dari siswa yang gagal di tahap satu dan peserta baru dari pra-pendaftaran. Total daya tampung SMP negeri tahun ini mencapai 20.284 kursi, dengan 11.110 kursi masih tersisa untuk jalur lainnya.
Baca Juga: SPMB Kota Bekasi Tahap Kedua Dibuka, DPRD Minta Sistem Lebih Responsif dan Ramah Warga
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, mengapresiasi perbaikan sistem yang sempat mengalami gangguan pada tahap pertama. Namun ia menegaskan agar Dinas Pendidikan (Disdik) tetap sigap hingga tahap daftar ulang selesai.
“Proses belum 100 persen selesai. Kami minta Disdik tetap aktif melayani, terutama pada tahap daftar ulang. Jangan sampai ada kuota yang mubazir,” ujarnya.
Wildan menekankan pentingnya keaktifan operator sekolah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, khususnya pada tahap akhir pendaftaran ulang.
Setelah SPMB selesai, Wildan menyebut Pemkot Bekasi masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR) besar, yaitu menyisir anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terancam tidak bisa bersekolah. Ia mendorong agar jajaran pemerintahan hingga RT/RW dilibatkan dalam proses ini.
Baca Juga: Komisi IV DPRD Bekasi Desak Evaluasi Total Sistem SPMB dan Buka Posko Offline
Pihaknya bersama Disdik telah membahas skema bantuan pendidikan dengan alokasi anggaran sekitar Rp10 miliar, ditujukan untuk siswa dari keluarga prasejahtera.
“Kami sudah dapat laporan, ada anak dari keluarga pemulung yang gagal SPMB. Ini sedang kita advokasi,” ungkapnya.***




