BEKASI.POJOKSATU.ID - Upaya memperbaiki persoalan sampah di Kota Bekasi dinilai tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi pengolahan modern seperti Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik.

Para pemerhati lingkungan menilai perubahan mendasar dalam tata kelola sampah harus dimulai dari proses paling awal, yakni pemilahan sampah sejak dari sumbernya di tingkat rumah tangga.

Langkah tersebut dinilai menjadi kunci penting untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Bantargebang yang selama ini menampung jutaan ton sampah setiap tahunnya, termasuk kiriman sampah dari wilayah DKI Jakarta.

Baca Juga: Kerja Sama Pengelolaan Sampah Bantargebang Segera Berakhir, Bekasi dan Jakarta Siap Duduk Bersama Evaluasi Sistem Lama

Pegiat lingkungan Sony Teguh Trilaksono menilai bahwa tanpa sistem pemilahan sampah yang baik sejak awal, berbagai teknologi pengolahan sampah yang akan dibangun tidak akan mampu bekerja secara maksimal.

Menurutnya, rencana pembangunan fasilitas PSEL di Kota Bekasi memang menjadi langkah penting dalam mengatasi persoalan sampah.

Namun keberhasilan teknologi tersebut sangat bergantung pada kualitas pengelolaan sampah dari tahap awal.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi: Inovasi Harus Jadi Budaya Kerja Pemerintah untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

“Operasional dua tahun lagi, pemilahan itu sudah dimulai sekarang. Jadi memang yang harus dibenahi itu tata kelola sampahnya. Tata kelola sampah itu harus berubah total dengan adanya PSEL ini,” ujar Sony, dikutip dari Radar Bekasi, 11 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa pemilahan sampah sejak dari rumah tangga akan membantu memisahkan antara sampah organik, anorganik, serta residu yang nantinya diproses lebih lanjut.

Dengan sistem tersebut, volume sampah yang harus ditimbun di tempat pembuangan akhir dapat ditekan secara signifikan.

Baca Juga: Tri Adhianto: Penanganan Banjir di Bekasi Butuh Infrastruktur dan Peran Masyarakat

Selain itu, pemilahan juga dapat meningkatkan efisiensi proses pengolahan sampah menjadi energi listrik yang direncanakan melalui pembangunan fasilitas PSEL.

Tanpa pemilahan yang baik, kualitas bahan baku yang masuk ke fasilitas pengolahan dapat menurun dan berpotensi mengganggu operasional sistem.

Sony menilai bahwa persoalan sampah di kawasan Bantargebang saat ini sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Gunungan sampah yang terus bertambah setiap tahun tidak hanya menimbulkan masalah lingkungan, tetapi juga menyimpan potensi risiko bencana.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Bekasi: Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Butuh Peran Semua Pihak

Ia mengingatkan bahwa berbagai ancaman seperti kebakaran, longsor sampah, hingga potensi ledakan gas metana dapat terjadi jika pengelolaan kawasan tersebut tidak diperbaiki secara serius.

Karena itu, reformasi sistem pengelolaan sampah dinilai harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah, penguatan regulasi pemerintah daerah, hingga pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang lebih modern.***