BEKASI.POJOKSATU.id - Penyakit ginjal menjadi salah satu masalah bagi banyak masyarakat. Hal ini kalau terus dibiarkan, dapat berbahaya hingga menyebabkan kematian.
Diketahui bahwa penyakit ginjal bukan hanya menyerang orang dewasa saja. Namun, pada saat ini banyak anak usia muda yang juga didiagnosis mempunyai penyakit ginjal.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Bekasi, dr. Maria Aulia Sandjaja, Sp.PD, menjelaskan, bahwa ada beberapa pasien yang alami penyakit ginjal di usia 30 tahun.
Baca Juga: Eka Hospital Bekasi Luncurkan Child Development Center
dr Maria menerangkan, salah satu faktor anak usia muda terkena penyakit ginjal karena membiasakan memakan makanan yang tidak sehat atau buruk.
Dia mengatakan, saat ini banyak generasi muda yang cenderung konsumsi makanan cepat saji alias junk food.
Padahal, kata dia, makanan seperti junk food sendiri mempunyai kandungan gula serta lemak yang sangat tinggi.
Kandungan-kandungan yang sangat tinggilah yang menyebabkan permasalahan pada ginjal seseorang.
“Yang paling sering (sakit ginjal) karena pola makan mereka terlalu banyak junk food dan konsumsi gula berlebihan. Saat ini terlalu banyak junk food junk food kemudian mereka lebih suka makanan seperti itu. Padahal yang bahaya dari makanan junk food itu gulanya berlebihan dan penyedap yang berlebihan,” jelas dr Maria dalam Health Talk Eka Hospital Hari Ginjal Sedunia, Kamis, (7/3/2024).
Baca Juga: Eka Hospital Bekasi Health Talk tentang Diabetes
Tidak hanya itu saja, kurangnya berolahraga serta informasi yang cukup terkait menjaga kesehatan ginjal menjadi faktor utamanya.
"Tidak pernah olahraga dan juga kurangnya sosialisasi itu mungkin bisa menjadi faktor penyebabnya," terang dr Maria.
Penyakit ginjal juga termasuk ke dalam penyakit mematikan. Karena, banyak masyarakat yang tidak menyadarinya jika mengalami penyakit ginjal.
Dr Maria mengaku, hal ini yang menjadi kendala karena pengobatan dilakukan saat kondisi sakit tersebut sudah parah.
Untuk itu, masyarakat bisa melihat tanda-tanda yang patut diwaspadai seperti memiliki tekanan darah tinggi alias hipertensi, orang tersebut harus sudah mulai lakukan kontrol.
Ini dilakukan untuk mengetahui, adanya sebuah penyakit di ginjal ataupun organ lainnya. Dengan dilakukannya kontrol, ini akan membantu orang tersebut mengetahui kondisi kesehatan ginjalnya maupun organ lainnya.
“Kalau sudah ada gangguan seperti darah tinggi hipertensi itu sudah harus dari awal mulai dikontrol. Jadi kontrol itu gunanya untuk melihat komplikasi atau tidak di ginjal dan organ lainnya. kalau kontrol ada gangguan, bisa dipilihkan obat gula atau tensi yang aman untuk ginjal jadi enggak sembarang kita kasih,” terang dia.
Sementara, masyarakat yang mempunyai tubuh yang sehat maka harus menjaga pola hidup yang sehat. Seperti tidak merokok konsumsi makanan sehat, dan berbagai pola hidup baik lainnya.
“Kalau sehat paling menjaga hidup pola hidupnya aja. Kalau orangnya tidak ada penyakit apapun dan orang usia muda maka gaya hidup sehatnya seperti jangan merokok, makan yang baik dan kalau nggak ada penyakit nggak perlu kontrol, tapi terapkan gaya hidup sehat,” tegas dia.
Penyakit ginjal kronis mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia, dan hemodialisis atau yang kita kenal dengan cuci darah adalah perawatan yang mendukung kehidupan ketika seseorang tidak lagi memiliki ginjal dengan fungsi baik.
Sementara itu dijelaskan oleh dr. Maria, Sp.PD bahwa menjaga kesehatan ginjal merupakan hal penting yang sudah seharusnya kita lakukan sejak dini.
Cuci darah hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan diagnosa dan rekomendasi pengobatan dari dokter.
Apabila mengalami gagal ginjal yang tingkat kerusakannya telah mencapai 80-90 persen maka cuci darah biasanya akan diwajibkan untuk mencegah adanya komplikasi di kemudian hari.
Darah yang terkontaminasi zat-zat berbahaya bisa menyebabkan berbagai macam masalah yang serius.
“Cuci darah bisa dihindari dengan memperhatikan gaya hidup agar tetap sehat," demikian kata dia.***




