BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan sumber daya manusia.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono saat menerima audiensi Persatuan Mahasiswa Bekasi (Permasi) Jakarta Raya yang menyuarakan aspirasi terkait kebijakan beasiswa pendidikan tinggi, Senin 9 Februari 2026.
Dalam audiensi tersebut, mahasiswa menyoroti program beasiswa Pemkot Bekasi dengan kuota 1.500 penerima yang saat ini masih memprioritaskan mahasiswa yang berkuliah di perguruan tinggi dalam wilayah Kota Bekasi.
Baca Juga: Kasus Pengancaman Wali Kota Bekasi Tak Dilanjutkan Polsek Bekasi Utara
Kebijakan ini dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi mahasiswa asal Bekasi yang menempuh pendidikan di luar kota.
Menanggapi hal itu, Tri Adhianto menegaskan sikap terbuka Pemerintah Kota Bekasi terhadap masukan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.
Ia menilai aspirasi tersebut sebagai bagian penting dalam proses evaluasi dan penyempurnaan kebijakan publik, khususnya di sektor pendidikan.
Baca Juga: Tri Adhianto Soroti Budaya Melanggar Aturan
“Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Masukan dari mahasiswa tentu menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga,” ujar Tri Adhianto.
Tri menegaskan bahwa kebijakan beasiswa tidak bersifat statis dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi riil masyarakat.
Ia menyadari bahwa keterbatasan pilihan program studi dan daya tampung perguruan tinggi di Kota Bekasi membuat sebagian mahasiswa harus melanjutkan pendidikan ke luar daerah.
Baca Juga: Tri Adhianto Tegaskan Penertiban PKL dan Reklame Ilegal Tetap Berjalan Meski Ada Ancaman Sajam
Menurutnya, semangat utama dari program beasiswa adalah memberikan kesempatan yang setara bagi warga Bekasi untuk mengakses pendidikan tinggi.
Oleh karena itu, Pemkot Bekasi akan membuka ruang kajian lanjutan agar kebijakan yang ada dapat berjalan lebih inklusif dan berkeadilan.
“Kami ingin memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar memberi manfaat luas dan tidak menutup peluang bagi anak-anak Bekasi untuk berkembang,” katanya.
Ketua Umum Permasi Jakarta Raya, Marhadi, mengapresiasi respons Wali Kota Bekasi yang dinilai terbuka dan konstruktif.
Ia berharap komitmen tersebut dapat diwujudkan dalam kebijakan nyata yang lebih berpihak kepada mahasiswa Bekasi tanpa melihat lokasi kampus.
Baca Juga: DPRD Desak Pemkab Bekasi Gerak Cepat Dukung Proyek PSEL Burangkeng
“Aspirasi ini kami sampaikan agar beasiswa bisa lebih berkeadilan. Banyak mahasiswa Bekasi yang harus kuliah di luar kota bukan karena pilihan, tetapi karena keterbatasan,” ungkap Marhadi.
Audiensi tersebut berlangsung dalam suasana dialogis dan dinilai sebagai langkah positif dalam membangun komunikasi antara mahasiswa dan pemerintah daerah.
Pemkot Bekasi menilai partisipasi mahasiswa sebagai mitra strategis dalam mendorong pembangunan pendidikan yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas generasi muda.***




