BEKASI.POJOKSATU.ID - Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang menjadi salah satu mekanisme penting dalam menentukan arah pembangunan di Kota Bekasi.
Melalui forum tersebut, masyarakat dapat terlibat langsung dalam proses penyusunan rencana pembangunan yang akan dilaksanakan pemerintah daerah.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa Musrenbang tidak lagi sekadar agenda formal tahunan.
Baca Juga: 300 Paket Perbaikan Jalan Disiapkan Pemkot Bekasi pada 2026
Melainkan menjadi tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan yang berbasis kebutuhan masyarakat.
Hal itu disampaikan Tri Adhianto usai menghadiri upacara peringatan hari ulang tahun ke-29 Kota Bekasi yang digelar di Alun-Alun M Hasibuan, Selasa 10 Maret 2026.
Menurutnya, Musrenbang menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan pembangunan di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Percepat Perbaikan Jalan Jelang Mudik Lebaran 2026
Aspirasi tersebut kemudian dihimpun dan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah yang akan dijalankan pada tahun berikutnya.
“Mereka yang mulai melakukan perencanaan, termasuk proses Musrenbang, itu bukan hanya sebagai seremonial, tetapi itu sebagai langkah awal proses perencanaan untuk kemudian kita wujudkan pada satu tahun ke depannya,” ujar Tri, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan, proses Musrenbang dimulai dari tingkat lingkungan hingga tingkat kota.
Usulan dari masyarakat biasanya dihimpun dari tingkat RT dan RW, kemudian dibahas di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah secara menyeluruh.
Melalui mekanisme tersebut, pemerintah daerah dapat mengetahui secara langsung kebutuhan prioritas masyarakat, baik terkait pembangunan infrastruktur lingkungan, peningkatan pelayanan publik, maupun program pemberdayaan masyarakat.
Tri menilai keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan merupakan langkah penting dalam mewujudkan pembangunan yang lebih partisipatif dan tepat sasaran.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahap perencanaan.
“Apalagi hari ini warga masyarakat sudah menjadi bagian penting dalam proses pembangunan. Mereka bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga ikut menentukan arah pembangunan di wilayahnya,” katanya.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi: APBD 2026 Sudah Disusun, THR PPPK Paruh Waktu Belum Bisa Dianggarkan
Ia menambahkan bahwa berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah juga harus selaras dengan target yang telah ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah.
Dengan demikian, setiap usulan yang disampaikan dalam Musrenbang dapat disesuaikan dengan prioritas pembangunan kota serta kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.
Tri juga mengajak masyarakat untuk terus aktif terlibat dalam forum Musrenbang sebagai sarana menyampaikan aspirasi pembangunan di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, semakin banyak warga yang terlibat dalam proses perencanaan, maka semakin besar pula peluang terwujudnya pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan hanya bisa dicapai jika masyarakatnya bersatu, mau bergotong royong, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungannya,” ujarnya.
Melalui proses perencanaan yang melibatkan masyarakat secara langsung, Pemerintah Kota Bekasi berharap pembangunan yang dilaksanakan dapat lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan juga diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki terhadap berbagai program pembangunan yang dilaksanakan di Kota Bekasi. (adv)




