BEKASI.POJOKSATU.ID - Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi, Faisal, menyoroti persoalan kekurangan fasilitas pendidikan yang dinilai cukup mendesak untuk segera ditangani.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, masih terdapat sekitar 39 ribu unit bangku, meja, dan lemari sekolah yang belum terpenuhi. Kekurangan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap kenyamanan dan kualitas kegiatan belajar mengajar.
“Data dari Dinas Pendidikan menunjukkan ada sekitar 39 ribu kekurangan bangku, meja, dan lemari. Ini harus menjadi prioritas di tahun anggaran berikutnya,” ujar Faisal, Selasa, 3 Maret 2026.
Baca Juga: Komisi III DPRD Kota Bekasi Pastikan Target PAD 2026 Disusun Realistis dan Berkelanjutan
Ia menekankan bahwa pembangunan ruang kelas baru (RKB) harus dibarengi dengan penyediaan sarana pendukung yang memadai. Menurutnya, jangan sampai ruang belajar telah tersedia, tetapi tidak dilengkapi meubeler yang layak.
“Jangan sampai ada ruang kelas tapi tidak ada meja dan kursinya. Daya tampung sekolah juga harus sesuai jumlah siswa,” tegasnya.
Selain itu, Faisal menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan, baik di bidang pendidikan maupun infrastruktur dasar lainnya. Ia menyatakan, aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui kegiatan reses DPRD dari seluruh daerah pemilihan harus terakomodasi dalam dokumen perencanaan daerah.
“Kalau Musrenbang dan Renja Dinas disusun dengan baik, pemerataan akan tercapai. DPRD memastikan hasil reses kami dari seluruh dapil bisa diakomodasi dalam RKPD,” jelasnya.
Baca Juga: Komisi III DPRD Kota Bekasi Dorong Strategi Terukur untuk Tingkatkan PAD 2026
DPRD Kota Bekasi, lanjut Faisal, akan mengawal pembahasan anggaran agar persoalan kekurangan fasilitas pendidikan tidak terus berulang di tahun-tahun mendatang. Ia berharap ke depan tidak ada lagi siswa yang belajar dengan sarana yang tidak memadai. (adv)***




