BEKASI.POJOKSATU.ID - Kegelisahan menyelimuti warga Komplek Kemang IFI RW 007, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Kondisi tanggul di kawasan tersebut dilaporkan rawan rusak dan berpotensi jebol, seiring intensitas hujan yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Bagi warga yang bermukim tepat di sekitar tanggul, setiap hujan turun menghadirkan rasa cemas akan ancaman banjir yang bisa datang sewaktu-waktu.

Baca Juga: Pimpinan World Bank Tinjau Layanan Posyandu dan Upaya Cegah Stunting di Desa Kertarahayu

Sejumlah warga mengaku sulit merasa tenang, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan mereka pada malam hari.

Kekhawatiran bertambah karena kondisi fisik tanggul dinilai sudah membutuhkan penanganan segera.

“Kalau hujan deras, kami selalu waswas. Takut tanggulnya enggak kuat nahan air,” ujar salah seorang warga RW 007.

Baca Juga: BPBD Ungkap Penyebab Banjir di Kabupaten Bekasi Belum Surut Sejak Pertengahan Januari

Kecemasan warga tersebut mendorong pemerintah setempat turun langsung ke lapangan.

Pada Rabu 28 Januari 2026, Camat Jatiasih Dian Herdiana bersama Lurah Jatirasa, Danramil Jatiasih, Kepala UPTD DBMSDA, serta Ketua RW 007 meninjau langsung kondisi tanggul yang dikeluhkan warga.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan tingkat kerawanan dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Baca Juga: Curah Hujan Tinggi Picu Longsor di CitraGrand Cibubur CBD, Jalan Amblas

Dian Herdiana mengatakan pihaknya memahami kegelisahan warga yang tinggal di sekitar tanggul.

Menurutnya, kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi memang meningkatkan risiko kerusakan infrastruktur penahan air.

“Perbaikan harus segera direalisasikan agar risiko kerawanan bisa dicegah, terutama saat curah hujan tinggi,” ujar Dian saat berada di lokasi.

Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama.

Oleh karena itu, pemerintah kecamatan tidak ingin penanganan tanggul ini berlarut-larut.

Dian juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, instansi teknis, dan masyarakat dalam mengawal proses perbaikan.

“Kita kawal bersama supaya prosesnya cepat dan tepat demi keselamatan warga,” tambahnya.

Ketua RW 007 menyampaikan bahwa warga berharap besar adanya tindak lanjut konkret dari hasil peninjauan tersebut.

Baca Juga: Turbocharge Konten Otomotif, Era EV dan Tech 2026 yang Bikin Otak Mekanik Meledak

Selama ini, menurutnya, warga sudah beberapa kali menyampaikan kekhawatiran terkait kondisi tanggul, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi lama.

“Warga ingin ada kepastian. Jangan sampai nunggu kejadian dulu baru diperbaiki,” katanya.

Bagi warga Kemang IFI, tanggul bukan sekadar infrastruktur, tetapi benteng terakhir yang melindungi rumah dan keluarga mereka dari ancaman banjir.

Harapan pun kini tertuju pada langkah cepat pemerintah dan instansi terkait agar perbaikan segera dilakukan.

Dengan penanganan yang tepat, warga berharap bisa kembali merasa aman dan tidak lagi hidup dalam bayang-bayang kecemasan setiap kali hujan turun.***